Advertisement
Angin Kencang Landa Jogja dan Sekitarnya, BMKG: Dampak Siklon Luana
Angin puting beliung. / Ilustrasi Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN— Sejumlah wilayah di Kabupaten Sleman mengalami angin kencang pada Sabtu (24/1/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Yogyakarta mengungkapkan peristiwa tersebut berkaitan dengan dinamika atmosfer di lapisan udara atas yang dipengaruhi secara tidak langsung oleh Siklon Tropis Luana.
Fenomena angin kencang ini terpantau terjadi di beberapa kawasan, termasuk Kapanewon Pakem dan wilayah sekitarnya. Berdasarkan analisis meteorologi, kondisi tersebut dipicu oleh aktivitas angin kencang di lapisan 925 mb atau sekitar 762 meter di atas permukaan tanah di wilayah Jawa.
Advertisement
Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Warjono, menjelaskan bahwa kecepatan angin di lapisan tersebut tercatat berkisar antara 10 hingga 45 knot atau setara 18–83 kilometer per jam. Aktivitas ini dipengaruhi oleh sirkulasi atmosfer akibat keberadaan Siklon Tropis Luana di sekitar Pantai Barat Laut Australia.
“Hal ini diakibatkan pengaruh tidak langsung dari Siklon Tropis Luana di sekitar Pantai Barat Laut Australia, sehingga dataran dengan topografi yang cukup tinggi berpotensi terdampak oleh angin kencang tersebut,” ungkap Warjono saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Sabtu (24/1/2026).
BACA JUGA
Warjono menambahkan, karakteristik angin kencang yang terjadi di Sleman bersifat lokal dan sementara. Meski demikian, potensi dampak yang ditimbulkan tetap perlu diwaspadai karena dapat mengganggu aktivitas masyarakat.
“Fenomena ini bersifat lokal dan sementara, namun tetap berpotensi menimbulkan dampak seperti pohon tumbang, kerusakan ringan bangunan, serta gangguan aktivitas masyarakat,” tandasnya.
Menyikapi kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar ruangan. Area-area yang berisiko tinggi perlu dihindari selama angin kencang berlangsung.
“Masyarakat diimbau untuk tetap waspada serta menghindari berteduh di bawah pohon atau baliho, bangunan yang rentan, saat angin kencang terjadi,” ujar Warjono.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa berdasarkan prakiraan BMKG, kecepatan angin di wilayah DIY, termasuk Sleman, diperkirakan akan berangsur menurun dalam beberapa hari ke depan seiring melemahnya pengaruh dinamika atmosfer tersebut.
“Untuk beberapa hari ke depan kecepatan angin diprediksi menurun,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Tujuh Tewas dalam Longsor Disertai Banjir Bandang di Cisarua Bandung
Advertisement
Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai
Advertisement
Berita Populer
- Tebing Labil Seusai Hujan, Batu Timpa Rumah Warga Bokoharjo Sleman
- Masih Ada 982 Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer SMA-SMK di DIY
- Warga Kalibawang Diduga Tewas, Kerangka Ditemukan di Gunung Tugel
- PDIP DIY Gelar Merawat Pertiwi, Jaga Hubungan Manusia dan Alam
- Bus Wisata Dilarang Masuk Sumbu Filosofi, Pemkot Jogja Siapkan Lokasi
Advertisement
Advertisement



