Advertisement
Bonek Dihalau Polisi di Stasiun Jogja Jelang Laga PSIM vs Persebaya
Jajaran Polresta Jogja mengamankan kedatangan suporter Persebaya Surabaya di Stasiun Yogyakarta, pada Sabtu (24/1/2026) malam. - ist - Humas Polresta Jogja
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Puluhan suporter Persebaya Surabaya atau Bonek terpaksa dipulangkan aparat kepolisian setibanya di Stasiun Yogyakarta pada Sabtu (24/1/2026) malam karena larangan kehadiran pendukung tim tamu di Super League 2025/2026. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban jelang laga PSIM Jogja kontra Persebaya.
Kedatangan rombongan suporter tersebut diketahui bertujuan menyaksikan langsung pertandingan PSIM Jogja melawan Persebaya Surabaya yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul, Minggu (25/1/2026) sore.
Advertisement
Kasihumas Polresta Jogja, Iptu Gandung Harjunadi, membenarkan bahwa pihak kepolisian langsung menghalau dan memulangkan para Bonek yang nekat datang ke Kota Jogja.
“Semalam suporter yang nekat ke Jogja dijemput memakai truk. Mereka dikembalikan ke arah Klaten,” ujar Gandung, Minggu (25/1/2026).
BACA JUGA
Pemulangan tersebut dilakukan karena kompetisi Super League menerapkan kebijakan tanpa kehadiran suporter tamu demi menjaga kondusivitas pertandingan. Gandung menambahkan, Polresta Jogja juga telah mengerahkan sebanyak 389 personel untuk mengamankan situasi sebelum hingga sesudah laga.
Kebijakan larangan suporter tamu ini merupakan hasil rapat koordinasi antara Panitia Pelaksana PSIM Jogja, manajemen tim, kepolisian, serta perwakilan suporter kedua klub.
Ketua Panpel PSIM Jogja, Wendy Umar, menjelaskan bahwa selain mengikuti regulasi liga, keterbatasan kapasitas Stadion Sultan Agung menjadi alasan utama panitia belum dapat mengakomodasi kehadiran pendukung Persebaya.
“Kami mohon maaf belum bisa menjadi tuan rumah yang baik karena kapasitas Stadion Sultan Agung sangat terbatas,” ucap Wendy.
Tak hanya persoalan teknis, aspek sosial dan keamanan juga menjadi pertimbangan penting. PSIM Jogja yang saat ini berstatus sebagai tim musafir tetap harus menjaga hubungan baik dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, serta masyarakat sekitar stadion.
“Karena kita bermain di Bantul dan posisinya juga sebagai tamu, kita wajib menghormati tuan rumah, yakni Pemerintah Kabupaten Bantul, Kapolres Bantul, serta warga sekitar stadion yang selama ini komunikasinya berjalan baik,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Festival Lampion Dinosaurus Zigong Tarik Wisatawan ke Sichuan
Advertisement
Berita Populer
- Angin Kencang Terjang DIY, BPBD Catat 2 Warga Sleman Meninggal Dunia
- Taman Budaya Bantul Dirancang Jadi Pusat Budaya dan Wisata
- Pemkab Bantul Perluas TK Negeri untuk Pendidikan Anak Usia Dini
- Dua Pengendara Motor Meninggal Tertimpa Pohon Randu di Lembah UGM
- Angin Kencang di Bantul, 11 Pohon Tumbang, Fasilitas Umum Rusak
Advertisement
Advertisement




