Advertisement

Tol Jogja-Solo di Sleman Dikebut, Progres Paket 2.2 Tembus 78 Persen

Catur Dwi Janati
Minggu, 25 Januari 2026 - 11:57 WIB
Abdul Hamied Razak
Tol Jogja-Solo di Sleman Dikebut, Progres Paket 2.2 Tembus 78 Persen Potret pembangunan Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 Trihanggo-Junction Sleman dari atas. - Istimewa // PT Adhi Karya

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN — Pembangunan Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 Trihanggo–Junction Sleman terus dikebut pada awal 2026 dengan capaian progres yang sudah mendekati tahap akhir. Hingga kini, pengerjaan jalan bebas hambatan tersebut telah menembus angka 78 persen.

Percepatan pembangunan dilakukan untuk mengejar target penyelesaian sekaligus mengoptimalkan konektivitas antara wilayah Sleman dan Solo.

Advertisement

Humas PT Adhi Karya Proyek Tol Solo-Jogja Seksi 2 Paket 2.2, Agung Murhandjanto, menyampaikan secara umum progres konstruksi telah mencapai lebih dari tiga perempat pengerjaan.

“Iya, secara umum progresnya sudah 78 persen,” kata Agung, Minggu (25/1/2026).

Ruas Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 membentang dari Simpang Empat Kronggagan, Trihanggo, hingga Junction Sleman di wilayah Tirtoadi. Jalur ini dibangun dengan kombinasi konstruksi elevated atau melayang serta at grade.

Di kawasan Ring Road Kronggahan, pembangunan dilakukan menggunakan konstruksi elevated. Sementara itu, pada area permukiman Trihanggo, Tlogoadi, dan Tirtoadi, pengerjaan dilakukan dengan sistem at grade.

Agung menjelaskan seluruh pier head atau kepala pilar penyangga di atas Ring Road Utara telah selesai diputar.

Namun, pembangunan Ramp On di sisi Ring Road Kronggahan masih menyisakan beberapa bidang lahan yang belum dibebaskan.

Di lokasi yang lahannya sudah bebas, proses pembangunan Ramp On berlangsung secara masif.

Ramp On tersebut nantinya akan difungsikan sebagai jalur masuk kendaraan dari jalan arteri menuju ruas tol.

“Betul, tinggal menunggu pembebasan beberapa lahan yang belum bebas. Insyaallah ada pembayaran bulan ini. Masih ada satu pier head di lahan yang belum dibebaskan, menunggu itu,” jelas Agung.

Sementara itu, di kawasan Tirtoadi dekat Junction Sleman, proses erection girder pada abutment direncanakan berlangsung pada Maret 2026.

“Insyaallah Maret nanti di Sidomoyo akan dilakukan erection girder,” tegasnya.

Girder merupakan gelagar beton berbentuk balok yang diletakkan di antara dua penyangga atau abutment sebagai struktur utama badan jalan tol.

Jika pemasangan girder tersebut rampung, maka ruas tol akan melintas tepat di atas Jalan Sidomoyo.

Pemasangan girder di kawasan ini menjadi titik krusial karena Junction Sleman merupakan simpul pertemuan antara Tol Jogja-Solo dan Tol Jogja-Bawen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

WHO Sesalkan Penarikan AS: Dunia Jadi Lebih Rentan

WHO Sesalkan Penarikan AS: Dunia Jadi Lebih Rentan

News
| Minggu, 25 Januari 2026, 14:17 WIB

Advertisement

Festival Lampion Dinosaurus Zigong Tarik Wisatawan ke Sichuan

Festival Lampion Dinosaurus Zigong Tarik Wisatawan ke Sichuan

Wisata
| Sabtu, 24 Januari 2026, 15:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement