Polresta Sleman Tangkap Pelaku Begal Sadis di Pakem
Polresta Sleman menangkap pelaku pembegalan bersenjata tajam yang merampas motor, ponsel, dan dompet milik pekerja di Pakem. Polisi segera menggelar rilis kasus
Foto ilustrasi jambret, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, SLEMAN—Proses hukum kasus kecelakaan lalu lintas yang menjerat Hogi, suami yang berupaya menghentikan aksi penjambretan, kini memasuki tahapan Restorative Justice, ditandai dengan dilepasnya alat pengawasan GPS yang sebelumnya terpasang di pergelangan kakinya.
Perkembangan tersebut memberi ruang kelegaan bagi Hogi setelah sempat ditetapkan sebagai tersangka dan menjalani penahanan kota dengan pengawasan elektronik, menyusul insiden yang terjadi saat ia berusaha menghentikan dua penjambret.
Ditemui di Kejaksaan Negeri Sleman, Hogi menyampaikan rasa leganya atas proses Restorative Justice yang tengah berjalan bersamaan dengan pelepasan alat GPS.
"Alhamdulillah sudah agak lega dengan Restorative Justice seperti ini. Mungkin kedepannya lebih lega lagi," ujar Hogi, Senin (26/1/2026).
Rasa lega serupa juga disampaikan sang istri, Arsita, yang menilai pelepasan alat pengawasan elektronik tersebut menjadi titik terang dalam proses hukum yang dihadapi suaminya.
"Alhamdulillah [sudah sedikit lega], alhamdulillah sudah dilepas GPS-nya. Alhamdulillah sudah lega," tandasnya.
Arsita berharap proses hukum ini dapat segera diselesaikan melalui Restorative Justice, sehingga suaminya dapat memperoleh kebebasan penuh sebagaimana harapan keluarga sejak awal perkara bergulir.
"Harapan saya semoga ini segera selesai, yang kami inginkan dari pertama kan terutama kebebasan suami saya dan semoga ini segera tercapai dan ini yang paling penting, paling utama itu," tegasnya.
Kepala Kejaksaan Negeri Sleman Bambang Yunianto menjelaskan, pemasangan GPS sebelumnya dilakukan karena Hogi menjalani status penahanan kota sesuai prosedur standar operasional yang berlaku.
"Jadi yang bersangkutan memang dilakukan penahanan kota terhadap yang bersangkutan, makanya kami pasangi alat pengawasan elektronik, detection kit. Hanya ya itu kan merupakan SOP seperti itu," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polresta Sleman menangkap pelaku pembegalan bersenjata tajam yang merampas motor, ponsel, dan dompet milik pekerja di Pakem. Polisi segera menggelar rilis kasus
Prabowo mengusulkan Destry Damayanti sebagai calon Gubernur BI dan Aida Budiman sebagai Deputi Senior. DPR segera gelar fit and proper test.
Imigrasi menolak 9.394 paspor sepanjang Januari-Juli 2026 karena terindikasi TPPO dan pekerja migran ilegal.
Dua perkara pelanggaran miras dan minuman oplosan di Bantul diputus dengan total denda Rp16 juta. Barang bukti turut dimusnahkan.
Harga oli Pertamina Lubricants naik rata-rata 17% sejak Juni 2026 akibat kenaikan biaya produksi dan tekanan nilai tukar.
Anak gajah Yuna mati di PLG Saree Aceh diduga terinfeksi EEHV. BKSDA Aceh melakukan deteksi dini terhadap gajah anakan lainnya.