Razia Gabungan di Lapas Narkotika Jogja, 50 Warga Binaan Langsung Jalani Tes Urine
Razia gabungan di Lapas Narkotika Kelas IIA Yogyakarta menyasar narkotika, HP dan senjata tajam. Tes urine 50 warga binaan negatif.
Foto ilustrasi jambret, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, SLEMAN—Proses hukum kasus kecelakaan lalu lintas yang menjerat Hogi, suami yang berupaya menghentikan aksi penjambretan, kini memasuki tahapan Restorative Justice, ditandai dengan dilepasnya alat pengawasan GPS yang sebelumnya terpasang di pergelangan kakinya.
Perkembangan tersebut memberi ruang kelegaan bagi Hogi setelah sempat ditetapkan sebagai tersangka dan menjalani penahanan kota dengan pengawasan elektronik, menyusul insiden yang terjadi saat ia berusaha menghentikan dua penjambret.
Ditemui di Kejaksaan Negeri Sleman, Hogi menyampaikan rasa leganya atas proses Restorative Justice yang tengah berjalan bersamaan dengan pelepasan alat GPS.
"Alhamdulillah sudah agak lega dengan Restorative Justice seperti ini. Mungkin kedepannya lebih lega lagi," ujar Hogi, Senin (26/1/2026).
Rasa lega serupa juga disampaikan sang istri, Arsita, yang menilai pelepasan alat pengawasan elektronik tersebut menjadi titik terang dalam proses hukum yang dihadapi suaminya.
"Alhamdulillah [sudah sedikit lega], alhamdulillah sudah dilepas GPS-nya. Alhamdulillah sudah lega," tandasnya.
Arsita berharap proses hukum ini dapat segera diselesaikan melalui Restorative Justice, sehingga suaminya dapat memperoleh kebebasan penuh sebagaimana harapan keluarga sejak awal perkara bergulir.
"Harapan saya semoga ini segera selesai, yang kami inginkan dari pertama kan terutama kebebasan suami saya dan semoga ini segera tercapai dan ini yang paling penting, paling utama itu," tegasnya.
Kepala Kejaksaan Negeri Sleman Bambang Yunianto menjelaskan, pemasangan GPS sebelumnya dilakukan karena Hogi menjalani status penahanan kota sesuai prosedur standar operasional yang berlaku.
"Jadi yang bersangkutan memang dilakukan penahanan kota terhadap yang bersangkutan, makanya kami pasangi alat pengawasan elektronik, detection kit. Hanya ya itu kan merupakan SOP seperti itu," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Razia gabungan di Lapas Narkotika Kelas IIA Yogyakarta menyasar narkotika, HP dan senjata tajam. Tes urine 50 warga binaan negatif.
KPK menyita dolar AS, dolar Singapura, dan perhiasan diduga emas saat menggeledah Kanwil BPN Jatim terkait dugaan korupsi.
Gunung Semeru erupsi empat kali pada Minggu, dengan letusan tertinggi mencapai 1.300 meter. Status masih Level III atau Siaga.
Revitalisasi 71.744 sekolah ditargetkan pada 2027 dengan prioritas sekolah terdampak bencana, rusak berat, dan daerah 3T.
Harga emas Antam, UBS dan Galeri 24 di Pegadaian Minggu 27 September 2026 naik. Cek harga jual dan buyback berbagai ukuran.
Simulasi UMP 2027 jika naik 7,5%-9,5%. UMP DKI Jakarta berpotensi mencapai Rp6,27 juta berdasarkan usulan KSPI dan Partai Buruh