Advertisement
Ular Sanca 2,5 Meter Masuk Kandang Ayam Warga Siraman Gunungkidul
Ilustrasi. - Reuters
Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Seekor ular sanca berukuran cukup besar menggegerkan warga Kalurahan Siraman, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul. Hewan melata sepanjang sekitar 2,5 meter tersebut ditemukan berada di dalam kandang ayam milik warga pada Minggu (25/1/2026) malam dan berhasil diamankan petugas.
Evakuasi ular sanca tersebut dilakukan oleh UPT Pemadam Kebakaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul setelah menerima laporan dari pemilik kandang. Petugas meminta masyarakat tidak panik saat menemukan ular dan segera melapor kepada pihak berwenang.
Advertisement
Kasubag Tata Usaha UPT Pemadam Kebakaran Gunungkidul, Ngadiyono, mengatakan bahwa selain menangani kebakaran, petugas pemadam juga memiliki tugas melakukan evakuasi satwa liar yang masuk ke permukiman warga, termasuk ular.
“Kami tidak hanya menangani kebakaran, tetapi juga membantu evakuasi berbagai kejadian di masyarakat, salah satunya penanganan ular yang masuk ke rumah atau lingkungan permukiman,” ujar Ngadiyono, Senin (26/1/2026).
BACA JUGA
Ia menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi di Padukuhan Siraman 3, Kalurahan Siraman, Wonosari. Ular sanca dengan panjang sekitar 2,5 meter itu diketahui memangsa ayam peliharaan milik Supriyono di dalam kandang.
“Terdengar suara gaduh dari belakang rumah. Saat dilihat, ada ular sanca di dalam kandang ayam,” kata Ngadiyono menirukan keterangan pemilik rumah.
Mengetahui kejadian tersebut, pemilik kandang langsung melaporkan keberadaan ular ke UPT Pemadam Kebakaran Gunungkidul. Setelah menerima laporan, sejumlah personel diterjunkan ke lokasi untuk melakukan proses evakuasi.
“Penangkapan berjalan dengan lancar dan ular langsung dibawa ke tempat yang aman sehingga tidak membahayakan pemilik rumah maupun warga sekitar,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala UPT Pemadam Kebakaran Gunungkidul, Handoko, mengingatkan bahwa meskipun ular sanca tidak berbisa, hewan tersebut tetap berpotensi membahayakan manusia. Gigitan maupun lilitan ular sanca dapat menyebabkan luka serius.
Ia mengimbau masyarakat agar tetap tenang apabila menemukan ular di sekitar rumah dan tidak mencoba menangkapnya sendiri tanpa keahlian.
“Tidak asal tangkap karena juga berbahaya. Penangkapan hanya bisa dilakukan oleh orang yang sudah terlatih. Permohonan bantuan kepada petugas sangat dibutuhkan agar proses penangkapan tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Handoko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Longsor Cisarua Bandung Barat, 38 Jenazah Dievakuasi Tim SAR
Advertisement
Festival Lampion Dinosaurus Zigong Tarik Wisatawan ke Sichuan
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement



