Lahan Bekas Hutan di Kulonprogo Disulap, Panen Jagung Tembus 8,3 Ton
Petani Banyunganti Kulonprogo ubah hutan mangkrak jadi lahan produktif. Panen jagung capai 8,33 ton per hektare.
TKP Turunan Sokomoyo di Kulonprogo yang menjadi lokasi kejadian dua mahasiswa yang naik motor tewas karena kecelakaan lalu lintas tunggal. Korban sampai terlempar. - ist
Harianjogja.com, KULONPROGO—Kecelakaan tunggal di Turunan Sokomoyo, Girimulyo, Kulonprogo, merenggut dua nyawa mahasiswa yang berboncengan sepeda motor pada Senin (26/1/2026). Peristiwa maut di jalur rawan tersebut melibatkan sepeda motor Honda Scoopy dengan nomor polisi DA 5930 FH.
Insiden tragis itu terjadi di ruas Jalan Tegalsari–Klepu, tepatnya di wilayah Kalurahan Jatimulyo, yang dikenal memiliki kontur jalan menurun tajam. Kondisi geografis tersebut kerap menjadi perhatian pengguna jalan, terutama pengendara roda dua.
Kepala Seksi Humas Polres Kulonprogo, Iptu Sarjoko, mengungkapkan dua korban merupakan mahasiswa laki-laki berinisial NFSD (18) asal Gorontalo dan AFAF (19) asal Kalimantan Selatan.
"NFSD yang mengendarai motor sedangkan AFAF pemboncengnya," katanya kepada wartawan, Senin (26/1/2026).
Berdasarkan keterangan kepolisian, sepeda motor yang dikendarai NFSD melaju dari arah utara menuju selatan di Jalan Tegalsari–Klepu. Setibanya di kawasan Turunan Sokomoyo, kendaraan tersebut diduga kehilangan kendali hingga keluar dari badan jalan.
"Kendaraan korban sampai menabrak patok pengaman jalan yang berada di sisi kiri jalan utama," ungkap Sarjoko. Benturan keras di jalur menurun itu menyebabkan kecelakaan fatal yang tak dapat dihindari.
Kondisi turunan yang tajam mengakibatkan AFAF terpental dari sepeda motor, sementara NFSD bersama kendaraannya terperosok ke area tebing di sisi jalan.
"Pembonceng terlempar serta pengendara motor terperosok ke dalam tebing sedalam sekitar lima meter," ujar Sarjoko.
Akibat kecelakaan tersebut, AFAF dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian perkara. Sementara NFSD sempat mendapatkan perawatan medis di RSUD Nyi Ageng Serang sebelum akhirnya meninggal dunia. Kejadian ini kembali menegaskan risiko tinggi kecelakaan lalu lintas di jalur Turunan Sokomoyo, terutama bagi pengendara sepeda motor yang melintas di kawasan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Petani Banyunganti Kulonprogo ubah hutan mangkrak jadi lahan produktif. Panen jagung capai 8,33 ton per hektare.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Pertamina mempercepat distribusi BBM subsidi di Madura untuk mengurai antrean Pertalite dan Solar di sejumlah SPBU di empat kabupaten.
Australia memperketat larangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun dengan menaikkan denda hingga Rp1,1 triliun dan memperluas pengawasan.