Advertisement

Pemkab Bantul Genjot Program RTLH 2026, 110 Rumah Warga Direhabilitasi

Yosef Leon
Kamis, 29 Januari 2026 - 20:17 WIB
Abdul Hamied Razak
Pemkab Bantul Genjot Program RTLH 2026, 110 Rumah Warga Direhabilitasi Rumah tak layak huni - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL — Pemerintah Kabupaten Bantul kembali mempercepat program penanganan rumah tidak layak huni (RTLH) pada 2026. Melalui Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP), sebanyak 110 rumah warga menjadi sasaran rehabilitasi melalui skema APBD reguler dan APBD kategori ekstrem.

Kepala Bidang Perumahan dan Permukiman DPUPKP Bantul, Erwin Prasmanta, menjelaskan dari total tersebut, 73 rumah dibiayai lewat APBD reguler dengan anggaran mencapai Rp1,74 miliar. Sementara 37 rumah lainnya mendapatkan bantuan dari APBD ekstrem senilai Rp277,5 juta.

Advertisement

“Jika dihitung keseluruhan, saat ini masih terdapat sekitar 1.980 unit RTLH di Bantul yang perlu ditangani secara bertahap,” kata Erwin, Kamis (29/1/2026).

Ia mengungkapkan setiap rumah menerima bantuan maksimal Rp20 juta yang difokuskan untuk memperbaiki komponen utama bangunan. Mulai dari lantai, dinding, atap, hingga penguatan struktur agar memenuhi standar rumah layak dan tahan gempa.

“Program ini menyasar masyarakat berpenghasilan rendah agar kualitas hunian mereka meningkat dan lebih aman,” ujarnya.

Menurut Erwin, masih banyak rumah warga yang kondisinya jauh dari layak, seperti beratap seng, berlantaikan tanah, bahkan belum memiliki fasilitas sanitasi memadai. Karena itu, apabila dana bantuan belum mencukupi seluruh kebutuhan, penerima diminta berpartisipasi melalui swadaya.

Selain rehabilitasi, DPUPKP juga menyediakan bantuan pembangunan rumah baru bagi warga yang memenuhi kriteria dengan nilai bantuan hingga Rp35 juta per unit.

Sementara itu, Kepala DPUPKP Bantul, Jimmy Simbolon, menyebutkan proses rehabilitasi RTLH yang dibiayai APBD 2026 ditargetkan mulai berjalan pada Maret hingga April mendatang.

“Pelaksanaan dilakukan bertahap, mulai dari penyusunan perencanaan, pembentukan kelompok penerima, sampai tahap pembangunan,” katanya.

Jimmy berharap program tersebut dapat secara signifikan menurunkan jumlah RTLH di Bantul dalam beberapa tahun ke depan.

“RTLH ini menjadi prioritas kami. Penyelesaiannya memang tidak bisa sekaligus, tetapi diharapkan dalam lima tahun mendatang bisa dituntaskan,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Program Makan Bergizi Gratis Diperluas, Penerima Tembus 60 Juta Orang

Program Makan Bergizi Gratis Diperluas, Penerima Tembus 60 Juta Orang

News
| Kamis, 29 Januari 2026, 21:07 WIB

Advertisement

Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun

Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun

Wisata
| Kamis, 29 Januari 2026, 11:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement