Advertisement

Cakupan JKN Sleman Hampir 99 Persen, Status UHC Ditantang Naik

Andreas Yuda Pramono
Kamis, 29 Januari 2026 - 12:17 WIB
Maya Herawati
Cakupan JKN Sleman Hampir 99 Persen, Status UHC Ditantang Naik Bupati Sleman, Harda Kiswaya, sedang menerima penghargaan atas capaian kepesertaan UHC 98% di Jakarta International Expo (JIEXPO) Kemayoran, Selasa (27/1/2026). - Istimewa - Prokompim Sleman

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Lonjakan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Sleman yang menembus 98,99 persen mendorong Pemerintah Kabupaten Sleman meraih penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Kategori Madya dari BPJS Kesehatan, sekaligus memantapkan target naik ke level utama.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam seremoni nasional di Jakarta International Expo (JIEXPO) Kemayoran, Selasa (27/1/2026), yang dihadiri perwakilan pemerintah pusat, BPJS Kesehatan, serta kepala daerah dari berbagai wilayah.

Advertisement

Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menegaskan capaian hampir 99 persen dari total 1.118.353 jiwa penduduk bukanlah titik akhir, melainkan pijakan untuk memperluas jangkauan perlindungan kesehatan.

“Capaian UHC Kabupaten Sleman persisnya 98,99 persen, hampir 99 persen. Capaian ini tentu bukan menjadi akhir. Kami akan terus mendorong agar cakupan kepesertaan JKN bisa menyentuh 99 persen atau lebih dan meraih kategori utama,” kata Harda dalam keterangan tertulis.

Ia menekankan, keberhasilan tersebut lahir dari kolaborasi berkelanjutan antara Pemerintah Kabupaten Sleman dan BPJS Kesehatan Cabang Sleman dalam menjangkau kelompok rentan serta memastikan keberlanjutan kepesertaan.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sleman, Irfan Qadarusman, menyampaikan Sleman termasuk satu dari 397 kabupaten/kota yang mencatatkan cakupan UHC di atas 98 persen dan berhak atas predikat Kategori Madya.

Menurut Irfan, tingkat keaktifan peserta JKN di Sleman saat ini mencapai 87,77 persen dari total cakupan 98,99 persen. Ia berharap konsistensi tersebut dapat dijaga agar manfaat perlindungan kesehatan benar-benar dirasakan masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat RI, Muhaimin Iskandar, mendorong daerah berstatus Madya untuk segera naik ke kategori Utama, sementara wilayah yang telah berada di level Utama diminta memusatkan perhatian pada peningkatan mutu layanan kesehatan agar dampak UHC semakin nyata.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Anak Tanpa NIK Tetap Dapat MBG, BGN Libatkan Kecamatan

Anak Tanpa NIK Tetap Dapat MBG, BGN Libatkan Kecamatan

News
| Kamis, 29 Januari 2026, 14:17 WIB

Advertisement

Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun

Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun

Wisata
| Kamis, 29 Januari 2026, 11:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement