Belajar Tari Klasik Gratis Jadi Ruang Berkumpul Warga Gowongan
Warga Gowongan dari anak-anak hingga lansia dapat belajar tari klasik Yogyakarta gratis melalui Kampung Menari Hasta Budaya.
Lurah Warungboto, Ety Purnawati saat ditemui di kantornya, Kamis (29/1/2026). - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat
Harianjogja.com, JOGJA—Program Mas Jos (Masyarakat Jogja Olah Sampah) di Kelurahan Warungboto, Umbulharjo, berhasil menekan volume sampah warga secara signifikan, dengan penurunan hampir separuh di sejumlah depo, termasuk Depo Bonbin yang kini hanya menampung sekitar lima ton per hari dari sebelumnya sembilan ton per hari.
Penurunan volume sampah tersebut dicapai melalui penguatan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga, terutama sampah organik basah, yang selama ini menjadi penyumbang bau dan beban terbesar di depo.
Lurah Warungboto, Ety Purnawati, mengatakan capaian itu merupakan dampak dari penerapan intensif program Mas Jos yang digagas Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo dan dijalankan konsisten di wilayahnya.
“Depo Bonbin itu kita sudah penurunan volume yang tadinya sekitar sembilan ton per hari, sekarang totalannya hampir lima ton per hari. Itu penurunan sudah luar biasa,” ujar Ety, Kamis (29/1/2026).
Strategi pengurangan sampah di Warungboto dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor, salah satunya bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pendamping, yakni Dinas Perhubungan Kota Jogja. Pendekatan utama difokuskan kepada kelompok ibu rumah tangga yang dinilai memegang peran sentral dalam pengelolaan sampah domestik.
“Kami sasar PKK karena mayoritas yang di rumah itu ibu-ibu. Kita masuk lewat RW dulu, setelah itu PKK, lalu turun kunjungan bareng-bareng,” katanya.
Dalam implementasinya, warga diedukasi untuk memisahkan sampah organik basah agar tidak langsung dibuang ke depo. Kelurahan juga membagikan hampir 800 galon bekas air mineral untuk memudahkan pemilahan, yang diperoleh melalui dukungan pihak swasta.
“Kami dapat hampir 800 galon. Jadi edukasi memilah organik basah itu lebih mudah, karena yang bikin bau di depo itu sampah organik basah,” katanya.
Selain galon bekas, warga menerima bantuan ember dari Pemkot Jogja untuk menampung sampah organik basah mentah dan matang. Sampah organik matang dimanfaatkan sebagai pakan ternak, sementara sampah organik mentah difasilitasi proses pembuangannya agar tidak menumpuk di depo.
Upaya pengolahan sampah warga ini juga diperkuat dengan pemasangan biopori jumbo di sejumlah rukun warga (RW) dan ruang terbuka hijau publik (RTHP). “Biopori jumbo kita punya sekitar 16. Itu tersebar di beberapa RW dan RTHP,” kata Ety.
Ety menambahkan, tantangan terbesar dalam program pengolahan sampah berbasis warga ini adalah perubahan perilaku masyarakat. Karena itu, edukasi dilakukan berulang kali dalam setiap pertemuan warga serta diperkuat melalui peran RT, RW, dan dasawisma.
Menurutnya, keberhasilan penurunan volume sampah Warungboto tidak lepas dari komitmen bersama seluruh pemangku wilayah, termasuk transporter sampah yang terus diajak berkolaborasi agar sistem pemilahan berjalan konsisten dan mendukung keberlanjutan Program Mas Jos di Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Gowongan dari anak-anak hingga lansia dapat belajar tari klasik Yogyakarta gratis melalui Kampung Menari Hasta Budaya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dari Yogyakarta ke Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN meminta makanan MBG yang tidak layak tidak dikonsumsi dan segera dikembalikan ke SPPG untuk diperiksa dan diinvestigasi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN membuka kanal khusus bagi guru untuk melaporkan keluhan, temuan, dan pengaduan terkait pelaksanaan Program MBG di sekolah.
Sebanyak 212 orang berhasil dievakuasi dari kebakaran KMP Putri Yasmin di Selat Lombok. SAR melanjutkan pencarian pada Kamis.