Advertisement

Trump Tahan Opsi Militer ke Iran, Israel Justru Desak Serangan

Newswire
Rabu, 04 Februari 2026 - 03:37 WIB
Abdul Hamied Razak
Trump Tahan Opsi Militer ke Iran, Israel Justru Desak Serangan Donald Trump / Antara

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden Amerika Serikat Donald Trump dinilai belum melihat perlunya melakukan serangan militer terhadap Iran dalam waktu dekat, meski Israel terus mendorong langkah agresif terhadap negara tersebut.

Hal itu dilaporkan media Axios pada Selasa (3/2/2026) dengan mengutip sejumlah pejabat Amerika Serikat yang enggan disebutkan namanya.

Advertisement

Menurut laporan tersebut, sejumlah pejabat tinggi militer Israel, termasuk Kepala Staf Umum Eyal Zamir, baru-baru ini berkunjung ke Washington untuk memberikan pemaparan situasi kawasan kepada Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Dan Caine.

Namun, pertemuan itu disebut tidak mengubah pandangan Presiden Trump terkait opsi serangan terhadap Iran.

“Bisa dipastikan tidak ada hasil dari pertemuan itu yang mengubah pandangan presiden soal serangan ke Iran. Justru Israel yang sangat menginginkannya. Presiden sama sekali belum berada di titik itu,” ujar salah satu pejabat AS kepada Axios.

Seorang pejabat senior lainnya bahkan menegaskan Trump “benar-benar tidak ingin” meluncurkan operasi militer saat ini.

Pandangan serupa disampaikan tiga penasihat dekat Trump yang menilai langkah militer terhadap Iran justru akan menjadi kesalahan besar. Salah satu penasihat menyebut banyak pihak di lingkaran dalam Trump bersikap skeptis terhadap opsi serangan.

Penasihat lainnya memperingatkan bahwa operasi militer hanya akan merusak kebijakan regional dan internasional yang tengah dibangun Amerika Serikat.

Terkait prospek perundingan nuklir antara Washington dan Teheran, para pejabat AS mengungkapkan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei belum siap menerima syarat yang diajukan Amerika Serikat.

Meski demikian, Trump disebut masih berupaya mencari solusi melalui jalur diplomasi.

Para pejabat itu juga membantah kabar bahwa utusan khusus Trump, Steve Witkoff, serta Jared Kushner dikirim untuk bertemu Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi sebagai bagian dari strategi serangan mendadak.

Sebelumnya, Axios melaporkan Witkoff dijadwalkan bertemu Araghchi pada Jumat untuk membahas peluang kesepakatan nuklir baru.

Trump sendiri pada Januari lalu sempat menyebut “armada besar” Amerika Serikat tengah bergerak menuju kawasan Iran. Ia berharap Teheran bersedia melakukan perundingan dan menandatangani kesepakatan nuklir yang dinilainya adil dan seimbang, termasuk komitmen meninggalkan senjata nuklir.

Presiden AS itu juga memperingatkan jika tidak tercapai kesepakatan, maka serangan di masa depan terhadap Iran akan jauh lebih berat dibandingkan sebelumnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Program Gentengisasi Prabowo Terkendala Pasokan Bahan Baku

Program Gentengisasi Prabowo Terkendala Pasokan Bahan Baku

News
| Rabu, 04 Februari 2026, 04:17 WIB

Advertisement

Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun

Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun

Wisata
| Kamis, 29 Januari 2026, 11:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement