Advertisement
Bahaya Whipping Nitrous Oxide Mengintai Anak Muda, Ini Risikonya
Foto ilustrasi penyalahgunaan narkoba. / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Penyalahgunaan nitrous oxide atau yang dikenal luas dengan sebutan whipping kini menjadi perhatian serius publik, terutama karena maraknya penggunaan di kalangan anak muda. Zat yang sejatinya diperuntukkan bagi kebutuhan medis dan industri pangan ini kembali disorot setelah seorang selebgram ditemukan meninggal dunia, dengan barang bukti berupa tabung Whip-Pink yang mengandung nitrous oxide di lokasi kejadian.
Fenomena tersebut menegaskan masih minimnya pemahaman masyarakat mengenai fungsi dan bahaya nitrous oxide. Pakar Farmasi Klinik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Puguh Novi Arsito menekankan bahwa zat ini bukanlah bahan yang aman apabila digunakan di luar pengawasan tenaga kesehatan.
Advertisement
Dalam dunia medis, nitrous oxide dikenal sebagai dinitrogen monoksida (N₂O) dan termasuk anestesi inhalasi. Zat ini umumnya digunakan bersamaan dengan obat anestesi lain untuk mempercepat proses induksi serta menekan kebutuhan dosis anestesi utama.
“Dalam dunia kedokteran, nitrous oxide atau dinitrogen monoksida (N₂O) merupakan anestesi inhalasi. Biasanya dikombinasikan dengan obat anestesi lain untuk mempercepat induksi dan mengurangi dosis anestesi utama,” ujar Puguh dikutip Senin (9/2/2026).
BACA JUGA
Namun, manfaat medis tersebut justru berbalik menjadi ancaman ketika nitrous oxide digunakan secara nonmedis atau untuk tujuan rekreasional. Menurut Puguh, gas ini kerap disebut sebagai gas tawa karena memiliki efek langsung terhadap sistem saraf pusat.
“Penggunaan di luar indikasi medis dapat memicu pelepasan dopamin di otak, sehingga menimbulkan rasa euforia, senang, dan kepuasan sesaat,” katanya.
Selain memicu euforia, nitrous oxide juga memengaruhi reseptor NMDA di otak. Dampaknya dapat berupa gangguan sensorik, seperti pendengaran yang tidak normal hingga penglihatan menjadi kabur. Efek tersebut membuat pengguna merasakan sensasi melayang atau fly.
Sensasi singkat tersebut kerap memberi ilusi terbebas dari tekanan dan permasalahan. Akan tetapi, durasi efek yang singkat justru mendorong penggunaan berulang dan meningkatkan risiko ketergantungan.
Dari sisi medis, risiko paling berbahaya dalam jangka pendek adalah hipoksia atau kekurangan oksigen. Puguh menjelaskan bahwa nitrous oxide merupakan gas murni yang dapat mendesak oksigen di paru-paru, sehingga tubuh mengalami penurunan suplai oksigen secara drastis.
“Dalam jangka panjang, dampaknya jauh lebih serius. Nitrous oxide bersifat oksidator kuat yang dapat mengganggu metabolisme vitamin B12. Padahal vitamin B12 berperan penting dalam pembentukan dan pemeliharaan sel saraf,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa dalam praktik farmasi, nitrous oxide tergolong obat keras dengan pengaturan ketat berdasarkan peraturan perundang-undangan. Zat ini tidak dapat diperoleh secara bebas di fasilitas kesehatan karena penggunaannya hanya diperbolehkan bagi tenaga medis dengan resep dokter.
Menurut Puguh, celah penyalahgunaan nitrous oxide justru muncul dari sektor pangan. Gas ini digunakan dalam industri makanan, salah satunya sebagai bahan pembuat whipping cream. Dari sektor inilah nitrous oxide berpotensi beredar lebih luas dan disalahgunakan oleh masyarakat umum.
“Pengawasan distribusi nitrous oxide di sektor pangan perlu segera diperketat. Langkah ini penting untuk menekan potensi penyalahgunaan, khususnya di kalangan anak muda,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Jejak Jeffrey Epstein dan Dampaknya pada Strategi Politik Donald Trump
Advertisement
India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Beroperasi Minggu 8 Februari
- Gunungkidul Bangun 10 Gerai KDMP, Status Lahan Dipastikan Aman
- Mengenal Gempa Subduksi, Ancaman Besar di Jalur Cincin Api
- Kunci Masih Menancap, Motor Vario Raib di Depan Rumah Makan Wates
- Kulonprogo Bidik Seluruh Cabor Porda DIY 2027 Digelar di Bumi Binangun
Advertisement
Advertisement



