Advertisement
PHRI DIY Minta Lalin dan Parkir Disiapkan Saat Libur
Foto ilustrasi arus lalu lintas di jalan Solo-Klaten. - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY berharap momentum long weekend dan libur Lebaran dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berwisata ke Kota Jogja. Seiring potensi lonjakan kunjungan wisatawan, PHRI DIY meminta pemerintah daerah menyiapkan rekayasa lalu lintas, kantong parkir, serta informasi yang jelas agar kenyamanan wisatawan tetap terjaga.
Wakil Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia DIY, Wahyu Wikan Trispratiwi, mengatakan peningkatan mobilitas wisatawan saat libur panjang berpotensi menimbulkan kepadatan di sejumlah titik, khususnya kawasan pusat kota seperti Malioboro. Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, dinas terkait, dan aparat keamanan dinilai sangat penting.
Advertisement
“Harapannya pemerintah bersama dinas terkait bisa menyiapkan rekayasa lalu lintas dan pengaturan parkir supaya tidak terjadi kemacetan di titik-titik tertentu, terutama di pusat kota seperti Malioboro,” ujarnya, Sabtu (14/2/2026).
Menurutnya, Malioboro masih menjadi magnet utama wisatawan, baik dari dalam maupun luar daerah. Dengan skema lalu lintas yang berlaku saat ini, ia menilai masih terdapat potensi penumpukan kendaraan di sejumlah titik, seperti kawasan depan SMA Negeri 3 hingga sekitar Stadion Kridosono.
BACA JUGA
Oleh karena itu, PHRI DIY mendorong pemerintah daerah memperbanyak informasi mengenai jalur alternatif menuju kawasan Malioboro, baik dari arah timur maupun barat. Informasi tersebut, kata dia, dapat disampaikan melalui berbagai kanal, mulai dari media sosial, situs resmi pemerintah, hingga papan informasi di lapangan.
“Informasi sebaiknya disampaikan jauh-jauh hari sebelum libur panjang atau Lebaran, agar wisatawan bisa menyiapkan rencana perjalanan dengan lebih baik,” katanya.
Selain pengaturan lalu lintas, Wahyu juga menekankan pentingnya kejelasan informasi terkait lokasi hotel dan kantong parkir. Ia menilai wisatawan pada umumnya dapat menerima jika harus memarkir kendaraan agak jauh, selama informasi mudah diakses dan tarif parkir diterapkan secara seragam.
“Tamu akan memahami jika harus parkir agak jauh asalkan informasinya jelas dan harga parkirnya wajar,” ujarnya.
Ia menambahkan kepastian tarif parkir menjadi faktor penting dalam menjaga kenyamanan sekaligus citra pariwisata Jogja. Praktik tarif parkir yang tidak wajar dikhawatirkan dapat berdampak negatif pada pengalaman wisatawan.
“Kalau tarifnya masih masuk akal tentu tidak masalah. Tapi kalau sampai berkali-kali lipat, itu bisa mempengaruhi citra pariwisata Jogja,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal KA Bandara YIA Xpress 13 Februari 2026, Akses Cepat ke YIA
- Edukasi Gizi MBG di SDN Margomulyo I, 145 Siswa Diajari Isi Piringku
- Kota Jogja Pastikan Harga Pangan Stabil Menjelang Ramadan 2026
- Kongres ILMISPI 2026 di UNY Tetapkan Zufar Jadi Koorpus
- DLH Luncurkan Gerakan Kulonprogo ASRI, Ini Tujuannya
Advertisement
Advertisement






