Advertisement
Libur Panjang, Kunjungan Wisata di Pantai Parangtritis Naik
Wisatawan sedang bermain air di pantai Parangtritis Bantul. - Harian Jogja / Ujang Hasanudin
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL - Kunjungan wisatawan ke kawasan Pantai Parangtritis mengalami lonjakan saat libur panjang pada pekan ini.
Koordinator TPR Pantai Parangtritis, Rohmad Ridwan, mengatakan lonjakan kunjungan mulai terlihat sejak 13 Februari, terlebih bersamaan dengan pelaksanaan event Coast To Coast Night Trail Ultra yang turut menarik wisatawan.
Advertisement
“Event tersebut membuat peserta mulai datang sejak Jumat hingga Minggu pagi. Kalau dibandingkan dengan minggu sebelumnya, memang terjadi peningkatan jumlah pengunjung,” kata Rohmad, Minggu (15/2).
Berdasarkan data TPR, jumlah kunjungan pada awal Februari tercatat sebanyak 2.139 wisatawan pada 6 Februari, kemudian meningkat menjadi 5.151 wisatawan pada 7 Februari, dan mencapai 8.185 wisatawan pada 8 Februari.
BACA JUGA
Sementara itu, pada periode long weekend kali ini, jumlah kunjungan kembali menunjukkan tren kenaikan. Pada 13 Februari tercatat sebanyak 2.608 wisatawan, lalu melonjak menjadi 7.496 wisatawan pada 14 Februari. Hingga Minggu (15/2) pukul 09.00 WIB pagi, jumlah pengunjung sudah mencapai 3.916 orang.
Menurut Rohmad, sistem pembayaran retribusi hingga saat ini masih didominasi transaksi tunai. Meski pembayaran digital melalui QRIS telah tersedia, penggunaannya belum maksimal karena masih terkendala teknis.
“Sampai saat ini masih banyak wisatawan yang membayar secara cash. Kendala QRIS biasanya ada di sinyal dan aplikasi, sehingga kadang pelayanan menjadi lebih lama. Ada juga kasus struk tidak keluar, tetapi transaksi sudah masuk dan harus menunggu konfirmasi dari pihak bank,” jelasnya.
Selain kendala pembayaran, pihak TPR juga menghadapi tantangan berupa wisatawan yang masuk tanpa membayar retribusi. Rohmad mengaku kesulitan memantau seluruh akses keluar masuk wisatawan, terutama jalur yang mengarah ke wilayah Gunungkidul.
“Kami memang agak kesulitan karena akses menuju Gunungkidul cukup banyak. Ada yang beralasan hanya melintas sehingga tidak membayar. Persentasenya kami tidak bisa menyebutkan secara pasti,” ujarnya.
Terkait pengawasan, Rohmad menyebut hingga saat ini belum ada rencana penambahan kamera pengawas atau CCTV. Fasilitas pendukung lain seperti jaringan Wi-Fi juga belum tersedia sehingga petugas masih mengandalkan kuota internet pribadi. Kondisi tersebut terkadang menimbulkan kendala saat terjadi pemadaman listrik yang berdampak pada sistem pembayaran digital.
Ia menambahkan pengamanan kawasan wisata juga dibantu petugas kepolisian yang memantau situasi di lapangan, terutama saat terjadi peningkatan jumlah wisatawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
33,2 Juta KPM Terima Beras dan Minyak Goreng dari Pemerintah
Advertisement
Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan
Advertisement
Berita Populer
- BPJS PBI Dinonaktifkan, Pemkab Bantul Siapkan Dana BTT
- IDM Gelar Mudik Gratis 2026, Ini Rute dan Syarat Pendaftarannya
- Komisi C DPRD DIY Soroti Beban Anggaran PSN di Tengah Fiskal Melemah
- Pelantikan Kadin Sleman, Pemkab Siap Berkolaborasi Bangun Investasi
- Bekas Galian Pasir Seloharjo Jadi Lokasi Sampah Ilegal di Bantul
Advertisement
Advertisement



