Advertisement
Dishub Kulonprogo Prediksi Arus Mudik Lebaran 2026 Lancar Terkendali
Mudik bareng. - Ilustrasi - Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kulonprogo memperkirakan arus mudik Lebaran 2026 di wilayah Bumi Binangun akan cenderung aman dan minim kemacetan parah.
Meskipun volume kendaraan diprediksi tetap meningkat pada puncak hari H, kehadiran infrastruktur jembatan baru serta faktor ekonomi diyakini menjadi pemecah konsentrasi kepadatan lalu lintas di jalur utama menuju Yogyakarta.
Advertisement
Kepala Seksi Operasional dan Pengendalian Dishub Kulonprogo, Agus Hari Suprapto, mengklaim bahwa berdasarkan evaluasi tahun-tahun sebelumnya, titik-titik rawan di Kulonprogo hanya mengalami antrean kendaraan dan bukan kemacetan total (stuck).
Selain faktor teknis jalan, penurunan intensitas pemudik tahun ini diprediksi terjadi karena adanya pergeseran waktu pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) yang diperkirakan baru turun pasca-Lebaran.
BACA JUGA
“Antrean biasanya puncak hari H-nya, tapi kalau macet kita jarang ya. Apalagi sekarang ada jembatan baru menjadi pemecah arus intensitas frekuensi lalu lintasnya,” ujar Hari saat dikonfirmasi, Kamis (5/3/2026).
Meski diprediksi melandai, Dishub bersama pihak kepolisian tetap menyiagakan skema rekayasa lalu lintas di sejumlah titik simpul kepadatan.
Beberapa lokasi yang menjadi perhatian khusus meliputi Pertigaan Terminal Wates, Simpang Tiga Toyan, Perempatan Demen, Perempatan Brosot, hingga Simpang Milir guna memastikan pergerakan kendaraan tetap dinamis.
Di Simpang Tiga Terminal Wates, kendaraan dari arah timur yang akan belok kiri diarahkan untuk terus berjalan guna menghindari penumpukan di depan pintu masuk terminal.
Sementara di Simpang Toyan, personel kepolisian akan bersiaga selama 24 jam untuk mengatur arus kendaraan dari arah barat ke timur agar tidak terjadi antrean panjang di lampu lalu lintas.
Rekayasa serupa juga disiapkan di Perempatan Demen dan Perempatan Brosot, di mana kendaraan dari arah timur menuju selatan atau ke arah Jalan Daendels dapat langsung melaju jika terjadi kepadatan.
Khusus untuk Simpang Milir, pihak berwenang masih melakukan pembahasan intensif guna mengakomodasi aspirasi masyarakat lokal yang mengeluhkan akses jalan jika skema jalan terus diterapkan secara permanen.
"Rekayasa lalu lintas di kawasan Milir masih dalam tahap pembahasan. Kami mempertimbangkan aspirasi masyarakat setempat yang merasa kesulitan mengakses jalan utama jika skema jalan terus diterapkan," imbuh Hari.
Untuk alur perjalanan, Dishub telah memetakan jalur utama mudik yakni ruas Temon-Magelang dan Temon-Klangon yang biasanya didominasi oleh bus AKAP.
Sebagai alternatif bagi pengguna kendaraan pribadi, pemudik disarankan melintasi jalur Temon-Srandakan atau Jalur Temon-Jembatan Kabanaran guna menghindari kepadatan di pusat kota Wates.
Pihak Dishub mengimbau para pemudik untuk tetap memastikan kondisi fisik dan kendaraan dalam keadaan prima sebelum melakukan perjalanan jauh.
Koordinasi lintas sektoral di tingkat Provinsi DIY akan terus dilakukan untuk memantau dinamika di lapangan, sehingga momen pulang kampung tahun 2026 ini dapat berjalan dengan aman, nyaman, dan selamat sampai tujuan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement








