Advertisement
KPM PKH di Bantul Dilibatkan Industri Mebel, Tambah Penghasilan Warga
Ilustrasi mebel - Solopos/ Sunaryo Haryo Bayu
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL— Sektor industri di Kabupaten Bantul mulai memberdayakan keluarga penerima manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) untuk bekerja sesuai dengan keahlian masing-masing. Langkah ini dinilai mampu menopang ekonomi masyarakat sekaligus menyerap tenaga kerja lokal.
Direktur Karya Wahana Sentosa (KWaS), Robertus Agung Prasetya mengatakan perusahaannya yang bergerak di bidang mebel mulai melibatkan warga KPM PKH untuk memproduksi sejumlah produk dapur berbahan dasar kayu. Para pekerja yang mayoritas merupakan ibu rumah tangga itu dilatih beberapa kali untuk mengerjakan tahap akhir atau finishing produk.
Advertisement
"Pekerjaan mereka rata-rata yang sederhana seperti mengamplas atau mewarnai produk," katanya, Kamis (5/2) saat menerima kunjungan Komisi B DPRD DIY.
Menurut dia, pelibatan ini bertujuan menumbuhkan jiwa mandiri bagi KPM PKH. Warga yang biasanya menghabiskan waktu di rumah dapat memanfaatkan waktu luang untuk bekerja sambilan dalam proses produksi. Selain itu, jika sudah terbiasa, kelompok tersebut berpotensi menjadi pemasok produk dengan target pendapatan tertentu.
BACA JUGA
"Khususnya di Kapanewon Jetis ini penerima PKH itu hampir 3.800 KK. Kami sudah melatih sekitar 12 atau 13 kelompok. Satu kelompok antara 20 sampai 30 orang. Namun kami baru mulai memberikan untuk aktivitas produksi tiga kelompok yang dekat pabrik saja," jelasnya.
Pelibatan warga tersebut telah berjalan sejak Agustus 2025. Warga dibebaskan bekerja sesuai waktu luang masing-masing. Dalam dua hingga tiga hari, setiap kelompok mampu menyetorkan sekitar 500 hingga 1.000 produk.
"Kami belum memberikan target karena mereka juga masih belajar, tapi kalau melihat antusiasmenya mereka ingin lebih banyak lagi," ujarnya.
Salah satu KPM PKH asal Barongan, Ngatinah (43), mengaku telah delapan tahun menjadi penerima bantuan. Ia menyebut sudah tiga bulan bekerja di tempat tersebut. Awalnya ia mengikuti pelatihan pengerjaan produk pada Oktober tahun lalu, kemudian mulai bekerja secara sampingan sejak Desember 2025 untuk memproduksi talenan dan sendok kayu.
"Untuk pengerjaan kami tergantung dari kiriman bisa 1.000 dan dipatok dua atau tiga hari selesai. Satu produk diupah Rp300 dan alhamdulillah bisa menambah penghasilan," ujarnya.
Wakil Ketua Komisi B DPRD DIY, Danang Wahyu Broto menyebut pelibatan KPM PKH dalam sektor industri perlu diperluas di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Menurutnya, langkah tersebut menjadi bentuk kolaborasi berbagai pihak dalam pemberdayaan masyarakat sekaligus upaya mendorong kemandirian penerima bantuan sosial.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Iran Bantah Tutup Selat Hormuz, Tuduh AS Tenggelamkan Fregat Dena
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Disnakertrans DIY Perketat Pengawasan THR 2026
- RTH Tegalgendu Jogja Jadi Pionir Pertanian Kota Berbasis Pupuk Organik
- 400 ASN Gunungkidul Pensiun 2026, Dua Kepala Dinas Ikut Purna Tugas
- Disnaker Kulonprogo Buka Posko Aduan THR hingga H+10 Lebaran
- Longsor Jalur Clongop Gunungkidul, Tiga Alat Berat Diterjunkan
Advertisement
Advertisement







