Advertisement
BPBD Sleman Ungkap Jalur Rawan Bencana, Pengendara Diminta Waspada
Ilustrasi mudik / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sleman mengungkap sejumlah ruas jalan di wilayah Sleman yang tergolong rawan bencana. Pengendara diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintas ketika terjadi hujan deras atau cuaca ekstrem.
Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Raden Haris Martapa, mengatakan beberapa jalur di wilayah lereng Gunung Merapi memiliki potensi bahaya karena berada dekat dengan aliran sungai yang berhulu dari gunung tersebut.
Advertisement
Menurutnya, saat hujan dengan intensitas tinggi, kawasan tersebut berpotensi terdampak banjir lahar dingin sehingga pengendara harus meningkatkan kewaspadaan.
“Jalur yang rawan itu yang ada lintasan sungai-sungai, mulai dari Sungai Gendol, Sungai Boyong dan yang lain itu kan ada jembatan-jembatan atau lintasan-lintasan, itu mohon diwaspadai,” ujar Haris, Minggu (8/3/2026).
BACA JUGA
Selain wilayah lereng Merapi, daerah perbukitan di wilayah timur Sleman seperti kawasan Prambanan juga tercatat memiliki beberapa titik yang rawan longsor. Para pengguna jalan diimbau berhati-hati ketika melintas di jalur tersebut.
Untuk potensi pohon tumbang, Haris menyebut sebarannya terdapat di berbagai wilayah di Sleman. Namun beberapa daerah yang sering mengalami angin kencang antara lain Kalasan, Prambanan, dan sebagian Berbah.
Sementara itu, wilayah utara Sleman seperti Pakem, Tempel, hingga Turi juga termasuk area yang perlu diwaspadai karena berpotensi mengalami pohon tumbang saat angin kencang.
Di sisi barat, wilayah Seyegan dan Minggir juga tercatat memiliki risiko serupa ketika terjadi cuaca buruk.
Selain itu, sejumlah ruas jalan di wilayah tengah Sleman berpotensi mengalami genangan air ketika hujan deras. Beberapa jalur yang disebut rawan antara lain Jalan Kaliurang, Jalan Gejayan, serta ruas Ring Road Utara Yogyakarta.
“Kalau hujan deras kemudian genangannya itu sampai tinggi,” ujar Haris.
Jalur lain yang perlu diwaspadai adalah Underpass Kentungan. Meski telah dilengkapi sejumlah mesin pompa, genangan air masih berpotensi terjadi dan dapat menyebabkan kemacetan.
“Kemudian yang paling diwaspadai untuk jalur tengah itu yang di underpass. Walaupun itu ada empat pompa, tapi kalau misalnya satu macet itu bisa genangannya sampai tinggi,” jelasnya.
Haris mengimbau pengendara untuk menunda perjalanan apabila hujan deras terjadi. Jika terpaksa tetap berkendara, masyarakat diminta lebih berhati-hati dan memperhatikan kondisi sekitar.
Sebagai langkah antisipasi banjir maupun genangan, BPBD Sleman telah menyiagakan sekitar 25 unit mesin pompa dengan berbagai kapasitas.
Selain itu, BPBD juga menjalin koordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan upaya penanganan bencana dapat berjalan cepat demi menjaga keselamatan masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Prabowo Siapkan Taklimat Nasional soal Dampak Konflik Global
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement







