Advertisement

Setelah Ambulans, Damkar Sleman Juga Disasar Laporan Fiktif DC Pinjol

Catur Dwi Janati
Kamis, 23 April 2026 - 21:37 WIB
Sunartono
Setelah Ambulans, Damkar Sleman Juga Disasar Laporan Fiktif DC Pinjol Kantor Damkar Godean Sleman - ist - Google

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Di Sleman, tren penyalahgunaan layanan darurat oleh penagih pinjaman online (pinjol) kembali muncul dengan memanfaatkan nomor dan identitas ambulans maupun pemadam kebakaran.

Laporan fiktif pinjol tidak hanya menyasar Ambulance Mer‑C Jogja, tetapi juga menyeret petugas Damkar Sleman yang diminta melakukan evakuasi hewan yang ternyata tidak pernah ditemukan di lokasi kejadian. Kondisi ini memperparah kekhawatiran terhadap teror pinjol yang mulai memakai sarana publik sebagai alat penagihan atau pemerasan.

Advertisement

Kepala Satpol PP Kabupaten Sleman, Indra Darmawan, membenarkan bahwa petugas Damkar Sleman sempat menerima laporan palsu tersebut, yang kemudian terbukti tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Laporan yang masuk berupa permintaan evakuasi ular, namun setelah regu cepat gerak tiba di lokasi yang disebutkan, tidak ada aktivitas binatang melata maupun keadaan darurat yang bisa diamati.

“Untuk rekan‑rekan Damkar [yang menerima laporan fiktif] memang dari Sleman. Nggih, laporan dengan kondisi lapangan berbeda,” kata Indra pada Kamis (23/4/2026).

Indra menyebut pihaknya masih melakukan pendalaman terhadap kasus ini untuk menentukan langkah selanjutnya, termasuk opsi pelaporan ke Polresta Sleman apabila ditemukan unsur tindak pidana penyalahgunaan layanan darurat. Ia mengaku prihatin atas tindakan pihak yang sengaja memakai saluran emergensi untuk kepentingan bisnis pinjol.

“Sedang kami dalami dulu ini. Tapi saya prihatin sekali itu. Prihatin banget, masak dipakai kayak begitu,” tegasnya. Menurutnya, setiap pengerahan petugas Damkar karena laporan palsu berpotensi menyia‑nyiakan waktu dan sumber daya ketika di lapangan justru tak ada situasi yang benar‑benar mendesak.

Sebelumnya, Ambulance Mer‑C Jogja juga menjadi korban laporan darurat palsu dengan modus permintaan penanganan medis segera. Admin Ambulance Mer‑C Jogja, Aziz Apri Nugroho, menceritakan bahwa pihaknya menerima telepon sekitar pukul 14.30 WIB meminta ambulans datang ke lokasi dan membawa pasien dalam kondisi darurat ke Rumah Sakit Panti Rapih.

Penelepon bahkan menyebutkan nama pasien dan mengirimkan alamat melalui WhatsApp, sehingga petugas merespons dengan standar prosedur penanganan pasien emergency.

Ketika ambulans tiba di lokasi, warga setempat justru menyatakan bahwa orang yang disebutkan sebagai pasien telah pindah sejak sekitar tiga tahun lalu. Karena tidak menemukan pasien, petugas bersama warga berusaha menghubungi kembali nomor yang digunakan, namun panggilan maupun video call tak juga direspon. Saat dihubungi ulang, pelapor kemudian mengaku sebagai penagih pinjaman online.

“Ceritanya itu ditelepon sama nomor itu, suruh mendatangi lokasi, nanti saya kirim lokasinya. Sampai situ ternyata warga sekitar tadi tahu soal Damkar juga ada laporan [ular]. Dicari lho kok enggak ada. Ditelepon balik, di VC juga enggak ngangkat. Ya terus ngasih keterangan seperti itu [mengaku dari pinjol],” ujar Aziz, Rabu (22/4/2026).

Peristiwa ini menjadi sorotan karena berpotensi mengganggu keterhubungan sistem layanan darurat yang seharusnya diutamakan untuk penanganan keadaan benar‑benar mengancam keselamatan, baik via ambulans maupun Damkar di Sleman.

Otoritas seperti Satpol PP dan Otoritas Jasa Keuangan DIY menekankan bahwa penggunaan ambulans atau pemadam kebakaran sebagai alat penagihan pinjol sangat berisiko melanggar ketentuan hukum dan etika layanan publik.

Pihak berwenang juga mengimbau warga yang merasa terganggu atau diteror melalui pola serupa agar segera melapor ke pihak kepolisian agar rangkaian laporan kejadian fiktif ini bisa tercatat sebagai bukti dalam proses penegakan hukum terhadap oknum penagih pinjol yang dinilai makin melampaui batas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Kemenkes Percepat Eliminasi TB dengan Penemuan Aktif dan Terapi

Kemenkes Percepat Eliminasi TB dengan Penemuan Aktif dan Terapi

News
| Kamis, 23 April 2026, 22:37 WIB

Advertisement

Vietnam Terapkan Kartu Kedatangan Digital di Bandara

Vietnam Terapkan Kartu Kedatangan Digital di Bandara

Wisata
| Rabu, 22 April 2026, 11:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement