Advertisement
Kulonprogo Minim Investor Besar, Hanya SPBU dan Rumah Sakit
Foto ilustrasi investasi. / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Kulonprogo mengeluhkan minimnya investasi swasta besar yang masuk ke bumi Binangun. Hingga saat ini hanya dua proyek investasi yaitu SPBU dan Rumah Sakit di Kalurahan Pleret, Kapanewon Panjatan yang masih dalam proses perizinan.
Kedua investasi lintas selatan (JJLS) tersebut belum beroperasi sehingga masih nihil penyerapan tenaga kerja lokal. "Masih sama seperti yang kemarin saya sudah sampaikan, belum ada yang baru. Masih terbatas pada SPBU dan RS," ujar Penata Kelola Penanaman Modal Ahli Muda Uswatun Khasanah saat dihubungi Kamis (23/4/2026).
Advertisement
Ia menjelaskan untuk investasi SPBU masih menunggu izin operasional Pertamina dari sementara pembangunan RS saat ini dalam proses konstruksi yang masih butuk waktu cukup panjang. "Secara umum kan pertumbuhan perekonomian memang lagi tidak bagus toh," kata Uus soal faktor utama lesunya investasi Bumi Binangun.
Adapun untuk upaya promosi untuk menjaring investor sudah maksimal dilakukan. Mulai dari baliho Jalan Nasional dekat Bandara YIA, pameran, forum investasi, hingga kajian lokasi strategis belum berbuah manis.
BACA JUGA
"Kulonprogo baru memiliki kawasan peruntukan industri di Kapanewon Sentolo yang pada 2025 telah dilaporkan LKPM mencapai sekitar Rp5 miliar," jelas Uus.
Realisasi minim ini kontras capaian 2025 Rp566 miliar didominasi PSN YIA dan PMDN migas seperti fasilitas avtur Pertamina Patra Niaga. KPI Sentolo 4.796 hektare terhubung Jogja Outering Road dan lintas selatan dilirik farmasi-kosmetik tapi penyerapan tenaga kerja lokal baru 60-70%.
Pemkab Kulonprogo terbuka lebar investor strategis guna entas kemiskinan dan angkat pengangguran. Gandeng 13 perusahaan sektor perbankan-manufaktur BUMD-swasta targetkan link and match pelatihan skill warga. Namun tantangan gaji tinggi tapi enggan merantau jadi evaluasi Disnakertrans Kulonprogo.
Minimnya investasi besar SPBU-RS tersebut terjadi alarm perekonomian Kulonprogo pasca-boom YIA. Strategi baliho-forum-kajian perlu diimbangi kemudahan perizinan dan infrastruktur pendukung. Tujuannya agar Sentolo jadi magnet industri farmasi nasional, dengan harapan dapat menyerap ribuan tenaga kerja lokal di Bumi Binangun tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Ancaman Siber Kini Sasar Opini Publik Lewat Manipulasi Algoritma
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement








