Pemkot Jogja Perkuat Komitmen Transportasi Ramah Lingkungan
Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja terus memperkuat komitmennya dalam mendukung transisi menuju transportasi rendah emisi melalui pengembangan penggunaan kendaraan
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo dorong UMKM tingkatkan kualitas melalui kolaborasi GEMMA Indonesia di workshop smart branding dan funding. Fokus ekosistem inklusi. /Harian Jogja-Stefani Yulindriani.
Harianjogja.com, JOGJA—Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengharapkan kolaborasi erat dengan Gerakan Entrepreneur Masyarakat Maju (GEMMA) Indonesia mampu mengangkat kualitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar layak bersaing di pasar nasional.
Workshop nasional bertajuk Business Blueprint: Smart Branding & Smart Funding untuk Transformasi UMKM Yogyakarta yang Berdaya Saing menjadi panggung utama dorong transformasi tersebut di Arkadewi Boutique Hotel Prawirotaman, Kamis (23/4/2026).
Menurut Hasto, penguatan UMKM tak boleh terpaku pada peningkatan jumlah usaha semata, melainkan harus mengutamakan mutu produk, manajemen usaha, serta pola pikir pelaku UMKM.
Banyak pelaku UMKM saat ini beroperasi tanpa strategi jangka panjang atau hanya mengejar tren sementara. Akibatnya, usaha mereka sulit berkembang dan kalah saing di pasar yang kompetitif.
"UMKM kita jangan hanya ikut-ikutan. Harus punya level of thinking yang kuat dan arah yang jelas. Perlu ada ideologi kebijakan, bagaimana mereka bisa menguasai produk dan pasar sendiri," ujarnya dalam acara tersebut.
Kehadiran GEMMA Indonesia dianggap Hasto sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam membangun kapasitas UMKM, terutama melalui pelatihan branding, akses pembiayaan, serta pengembangan produk inovatif.
"Organisasi seperti GEMMA ini penting untuk 'menjejalkan' konsep berpikir kepada UMKM agar punya blueprint yang jelas dan tidak hanya menjadi reseller," tegasnya.
Ia menyoroti urgensi ekosistem UMKM yang terintegrasi, mulai dari produksi hingga distribusi langsung ke konsumen. Hasto mengambil contoh negara-negara dengan sistem koperasi matang yang sukses menggerakkan pemasaran produk lokal.
"UMKM itu seperti akar serabut. Kecil, tapi jumlahnya banyak dan menjadi fondasi ekonomi. Kalau kualitasnya kita tingkatkan dan ekosistemnya kita bangun, dampaknya akan besar bagi perekonomian daerah," katanya.
Sementara itu, Ketua Umum GEMMA Indonesia, Sri Setiawati, menegaskan bahwa organisasinya di Jogja difokuskan sebagai mitra strategis pemerintah dalam upaya pengentasan kemiskinan serta penguatan kapasitas pelaku UMKM.
"Kami merangkul semua segmen perempuan, lansia, hingga kawan disabilitas melalui program inklusi seperti pengolahan kain perca dan bank sampah. Kami juga siap bersinergi dengan program unggulan daerah, termasuk sekolah lansia," ujarnya.
Sri Setiawati juga menjanjikan pelatihan smart funding dan smart branding agar UMKM mampu bersaing profesional di pasar yang lebih luas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja terus memperkuat komitmennya dalam mendukung transisi menuju transportasi rendah emisi melalui pengembangan penggunaan kendaraan
BI DIY dan TPID luncurkan MRANTASI PKK 2026 untuk tekan inflasi lewat budidaya cabai dan ketahanan pangan rumah tangga.
Menag dorong kurikulum ekoteologi di pesantren untuk bangun kesadaran cinta alam, manusia, dan Tuhan secara utuh.
Pemerintah siapkan digital single ID berbasis AI untuk bansos lebih tepat sasaran dan kurangi kebocoran anggaran.
Kasus pesta di kelab malam Karawang, 3 tersangka ditetapkan. Pemprov Jabar siapkan pembinaan bagi pelajar yang terlibat.
Kemenhaj bongkar kasus penipuan haji 2026 di Makkah, dari badal haji fiktif hingga penggelapan dana miliaran rupiah.