Apresiasi Keluarga ASIK, Perkuat Praktik Kelola Sampah Rumah
Melalui payung gerakan Kudus ASIK, rangkaian program edukatif pengelolaan sampah berkelanjutan telah digelar secara daring sejak Desember 2025
Bupati Kulonprogo, Agung Setyawan (kedua kiri), dan Ketua DPRD Kulonprogo, Aris Syarifudin (tengah) saat dalam Rapat Paripurna DPRD Kulonprogo di DPRD Kulonprogo, Kamis (23/4). Harian Jogja/Khairul Ma’arif.
Harianjogja.com, KULONPROGO—Bupati Kulonprogo, Agung Setyawan sudah memberikan laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) untuk Tahun Anggaran 2025 di hadapan anggota legislatif. Selanjutnya, DPRD Kulonprogo memberikan rekomendasi atas LKPJ Bupati Tahun Anggaran 2025 melalui Rapat Paripurna, Kamis (23/4).
Dalam rapat paripurna tersebut, DPRD Kulonprogo memberikan rekomendasi sebanyak puluhan catatan yang diharapkan dapat dipenuhi di tahun anggaran sekarang untuk perbaikan ke depan.
Rekomendasi dari DPRD Kulonprogo dibacakan oleh anggota Komisi IV DPRD DIY, Jeni Widyatmoko.
Dalam pemaparannya, Jeni menyampaikan secara umum capaian indikator kinerja tujuan, capaian kinerja sasaran daerah, dan capaian kinerja keuangan tahun anggaran 2025 tercapai dengan baik.
"Namun demikian DPRD Kulonprogo merekomendasikan Pemkab untuk mempertahankan kinerja pembangunan dengan mempercepat penurunan angka kemiskinan," katanya, Kamis (23/4).
Puluhan catatan kritis DPRD Kulonprogo ini terbagi dalam rekomendasi umum dan khusus. Rekomendasi umum sebanyak sembilan butir, sedangkan rekomendasi khusus sebanyak 46 butir.
Jeni menuturkan, kebijakan pembangunan daerah Tahun Anggaran 2025 yang dilaksanakan melalui berbagai program pada enam urusan wajib berkaitan dengan pelayanan dasar; 18 urusan wajib tidak berkaitan dengan pelayanan dasar; enam urusan pilihan fungsi penunjang urusan.
"Dari pelaksanaan berbagai program pembangunan ada yang belum selaras. Masih terdapat permasalahan pada setiap urusan dan masih menjadi keluhan masyarakat. Untuk itu DPRD Kulonprogo memberikan catatan strategis dan rekomendasi," ujar dia.
Dalam rekomendasi khusus, persoalan kekurangan guru dan pengurangan anggaran kalurahan menjadi dua di antara yang harus mendapat perhatian Pemkab Kulonprogo agar lebih baik.
Program Kerakyatan
Sementara itu, seusai rapat paripurna, Ketua DPRD Kulonprogo, Aris Syarifudin menambahkan, catatan kritis ini untuk segera ditindaklanjuti utamanya berkaitan dengan infrastruktur, pendidikan, dan kemiskinan yang menjadi penekanan.
Menurutnya, rekomendasi tersebut bersifat menyeluruh, meliputi hak-hak dasar dari masyarakat yang banyak belum tercapai dengan baik, termasuk beberapa hal berkaitan dengan pengurangan dana desa.
"Pengurangan dana desa yang di angka 70 persen ini menjadikan beberapa kegiatan di desa, di kelurahan, menjadi tidak terlaksana dan ini menjadi satu kegelisahan dari teman-teman Lurah. Termasuk bagaimana guru-guru PAUD yang belum bisa terdanai oleh dana desa, dana kelurahan, termasuk juga pemerintah kalurahan tidak bisa membangun yang hari ini mereka berkeluh kesah pada kami di DPRD," ujar dia.
Aris menegaskan, rekomendasi itu juga menjadikan satu usaha menjawab hal tersebut. Menurutnya, DPRD Kulonprogo merekomendasikan program-program kerakyatan untuk menjawab kegelisahan terpangkasnya dana desa, sehingga perekonomian di kampung, di kalurahan bisa berjalan baik.
Salah satunya adalah dengan program padat karya di seluruh kalurahan dan kelurahan di 88 titik tadi di Kulonprogo. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Melalui payung gerakan Kudus ASIK, rangkaian program edukatif pengelolaan sampah berkelanjutan telah digelar secara daring sejak Desember 2025
Cek jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 10 Juni 2026 lengkap dari pagi hingga malam, tarif murah Rp8.000 dan bebas macet.
Sekda DIY soroti alih fungsi lahan dan pentingnya data dalam kebijakan untuk menjaga ketahanan pangan dan pembangunan berkelanjutan.
Instalasi Sunflower Angel di Candi Prambanan viral, hadirkan wisata estetik dan pengalaman seni unik yang diserbu ribuan pengunjung.
BI DIY dan TPID luncurkan MRANTASI PKK 2026 untuk tekan inflasi lewat budidaya cabai dan ketahanan pangan rumah tangga.
Menag dorong kurikulum ekoteologi di pesantren untuk bangun kesadaran cinta alam, manusia, dan Tuhan secara utuh.