UGM dan PAMA Perkuat Konsep Forest City IKN Lewat Penanaman Pohon
UGM dan PAMA menanam pohon lokal di Wanagama Nusantara untuk mendukung konsep forest city dan pelestarian lingkungan di IKN.
Ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN — Polresta Sleman tengah mengusut kasus laporan darurat fiktif yang menyasar layanan ambulans dan pemadam kebakaran (damkar) di wilayah Sleman. Dari hasil penyelidikan awal, aksi tersebut diduga merupakan modus baru yang digunakan debt collector pinjaman online (pinjol) untuk menagih nasabah.
Kapolresta Sleman, Adhitya Panji Anom, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan klarifikasi langsung kepada sejumlah pihak, termasuk pengemudi ambulans dan petugas damkar. Pemeriksaan dilakukan setelah muncul laporan adanya panggilan darurat yang ternyata tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.
Salah satu kejadian terjadi saat damkar menerima laporan evakuasi ular di wilayah Condongcatur. Namun, setelah petugas tiba di lokasi, laporan tersebut terbukti tidak benar.
“Petugas sudah mendatangi lokasi, tetapi ternyata laporan tersebut fiktif,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).
Modus serupa juga menimpa layanan ambulans. Pelaku diduga sengaja membuat laporan darurat palsu agar petugas mendatangi alamat tertentu yang berkaitan dengan nasabah pinjol. Tujuannya, untuk menekan atau mempermalukan pihak yang memiliki utang.
“Diduga ini digunakan oleh debt collector untuk menagih pinjaman online kepada seseorang,” tambahnya.
Hingga kini, polisi masih menelusuri identitas pelaku. Berdasarkan hasil pelacakan sementara, nomor telepon yang digunakan untuk membuat laporan palsu tersebut terdeteksi berada di wilayah Sumatera Utara. Meski demikian, belum ada pihak yang diamankan dalam kasus ini.
Kasus ini bukan yang pertama. Sebelumnya, Damkar Sleman juga menerima laporan serupa terkait evakuasi hewan yang ternyata tidak sesuai fakta di lapangan. Kepala Satpol PP Sleman, Indra Darmawan, mengonfirmasi adanya kejadian tersebut dan menyebut pihaknya masih melakukan pendalaman.
Selain damkar, layanan Ambulance MER-C Jogja juga sempat menjadi korban. Admin ambulans, Aziz Apri Nugroho, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima panggilan darurat untuk menjemput pasien yang disebut dalam kondisi kritis.
Pelaku bahkan mengirimkan alamat dan nama pasien melalui aplikasi pesan. Namun saat petugas tiba di lokasi, warga setempat menyebut bahwa orang yang dimaksud sudah tidak tinggal di alamat tersebut sejak beberapa tahun lalu.
Setelah ditelusuri lebih lanjut, penelepon akhirnya mengaku sebagai penagih pinjaman online. Hal ini menguatkan dugaan bahwa laporan darurat palsu tersebut memang sengaja dibuat sebagai alat tekanan terhadap nasabah.
Polisi mengimbau masyarakat agar tidak menyalahgunakan layanan darurat karena dapat mengganggu penanganan kejadian yang benar-benar membutuhkan pertolongan. Selain itu, tindakan tersebut juga berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum.
Kasus ini menjadi perhatian serius karena tidak hanya merugikan institusi layanan publik, tetapi juga berpotensi membahayakan masyarakat yang membutuhkan bantuan darurat secara nyata.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
UGM dan PAMA menanam pohon lokal di Wanagama Nusantara untuk mendukung konsep forest city dan pelestarian lingkungan di IKN.
Pemerintah pastikan reformasi bansos tak mengurangi bantuan. Sistem digital disiapkan agar penyaluran lebih tepat sasaran.
Musyafak Rouf bantah terlibat kasus MBG dan sebut isu di media sosial sebagai hoaks. Tantang pembuktian dengan hadiah.
Harga Pertamax naik jadi Rp16.250 per liter per 10 Juni 2026. Pertamina sebut dampak ke masyarakat relatif terbatas.
Honor X80 Pro Max dikabarkan hadir dengan baterai 11.000 mAh, layar OLED 1,5K dan chipset Snapdragon terbaru.
KPK bantah isu yang kaitkan pimpinan dengan kasus BGN. Fitroh Rohcahyanto tegaskan tidak kenal tersangka.