Advertisement

Dinkes Kota Jogja Telusuri Enam Kasus Campak Awal 2026

Newswire
Selasa, 10 Maret 2026 - 15:37 WIB
Maya Herawati
Dinkes Kota Jogja Telusuri Enam Kasus Campak Awal 2026 Foto ilustrasi campak. / Antara

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA— Dinas Kesehatan Kota Jogja melakukan penyelidikan epidemiologi terhadap enam kasus campak yang ditemukan sejak awal 2026. Langkah ini dilakukan untuk memastikan sumber penularan serta mencegah potensi persebaran campak di Kota Jogja.

Ketua Tim Kerja Surveilans Dinas Kesehatan Kota Jogja, Solikhin Dwi Ramtana, menjelaskan hingga pekan kedelapan tahun 2026 tercatat sebanyak 45 kasus suspek campak di Kota Jogja. Dari jumlah tersebut, enam kasus telah terkonfirmasi positif campak.

Advertisement

"Penyelidikan epidemiologi dilakukan untuk memastikan sumber penularan dan mengetahui potensi penularan kepada orang lain," ujar Solikhin saat dihubungi di Jogja, Selasa (10/3/2026).

Menurut Solikhin, penyelidikan epidemiologi kasus campak di Kota Jogja dilakukan dengan menelusuri riwayat perjalanan pasien, waktu munculnya gejala, serta kemungkinan kontak erat dengan orang lain sebelum pasien dinyatakan sakit.

"Begitu menerima laporan, kami melakukan konfirmasi ke fasilitas kesehatan, kemudian bersama puskesmas turun ke lapangan untuk menelusuri sumber penularannya," ujar dia.

Sebagian besar kasus campak yang muncul pada awal 2026 terjadi pada anak usia sekolah. Rentang usia pasien yang terinfeksi antara lain kurang dari satu tahun, 4 tahun, 8 tahun, 11 tahun, dan 15 tahun, serta satu kasus pada orang dewasa berusia 28 tahun.

Solikhin menyampaikan seluruh pasien campak yang terkonfirmasi tersebut telah mendapatkan penanganan medis dan kini berada dalam kondisi sembuh.

"Kalau yang anak sekolah kami sarankan tidak masuk sekolah dulu sampai kondisinya membaik," ucap Solikhin.

Berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan Dinkes Kota Jogja, tidak ditemukan penularan lanjutan pada orang-orang yang melakukan kontak erat dengan pasien. Kasus yang muncul juga bersifat sporadis di beberapa lokasi berbeda di Kota Jogja.

Sebagai perbandingan, Dinas Kesehatan Kota Jogja mencatat sebanyak 19 kasus campak sepanjang 2024 dan 13 kasus campak pada periode Januari hingga Desember 2025.

"Dibanding awal tahun ini, kalau dirata-rata memang ada kenaikan sedikit," kata Solikhin.

Ia menambahkan cakupan imunisasi campak di Kota Jogja telah mencapai sekitar 96 persen. Angka tersebut dinilai cukup membantu menekan risiko keparahan penyakit pada pasien yang terinfeksi campak.

Dinkes Kota Jogja juga mengimbau masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), menggunakan masker pada lingkungan yang berisiko, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala campak.

"Kalau ada gejala demam disertai muncul bercak merah pada kulit, masyarakat sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan," kata Solikhin.

Langkah penyelidikan epidemiologi terhadap kasus campak di Kota Jogja ini terus dilakukan oleh Dinas Kesehatan bersama puskesmas untuk memastikan penyebaran penyakit tetap terkendali serta mencegah potensi penularan baru di masyarakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

PAN Copot Bupati Rejang Lebong Usai OTT KPK

PAN Copot Bupati Rejang Lebong Usai OTT KPK

News
| Selasa, 10 Maret 2026, 17:47 WIB

Advertisement

Catat! Ini Daftar Hari Libur dan Hari Besar April 2026

Catat! Ini Daftar Hari Libur dan Hari Besar April 2026

Wisata
| Kamis, 05 Maret 2026, 22:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement