Investasi Gunungkidul Rp394 Miliar Mei 2026, Industri Jadi Primadona
Investasi Gunungkidul hingga Mei 2026 mencapai Rp394 miliar atau 45,9 persen dari target tahunan. Sektor industri menjadi penyumbang investasi terbesar.
Foto ilustrasi bantuan pangan non tunai berupa beras. - Dibuat menggunakan Artificial Intelligence
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL — Program bantuan pangan dari Badan Pangan Nasional mulai disalurkan di Kabupaten Gunungkidul. Sebanyak 127.442 keluarga tercatat sebagai penerima bantuan berupa beras 20 kilogram dan minyak goreng empat liter.
Penyaluran dilakukan secara bertahap di sejumlah wilayah di Gunungkidul, meski hingga kini belum menjangkau seluruh kapanewon. Program ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan sekaligus meringankan beban ekonomi masyarakat.
Pelaksana Tugas Sekretaris Dinas Sosial P3A Gunungkidul, Suyono, menjelaskan bantuan ini merupakan bagian dari intervensi pemerintah pusat untuk menjaga stabilitas kebutuhan pokok warga.
“Total ada 127.442 keluarga penerima yang tersebar di 18 kapanewon. Namun untuk pelaksanaan masih bertahap dan saat ini baru berjalan sekali,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).
Menurutnya, distribusi bantuan melibatkan Bulog sebagai pihak penyalur. Kendati demikian, proses distribusi membutuhkan waktu karena harus disesuaikan dengan kesiapan logistik, terutama dalam pengemasan beras sebelum didistribusikan ke masyarakat.
“Penyaluran sudah berjalan, tetapi untuk menjangkau seluruh wilayah masih membutuhkan kesiapan dari Bulog,” katanya.
Sejauh ini, bantuan telah disalurkan di lima kapanewon, yakni Gedangsari, Ngawen, Karangmojo, Semin, dan Semanu. Sementara 13 kapanewon lainnya masih menunggu giliran penyaluran.
“Harapannya proses distribusi di wilayah lain bisa segera menyusul dan berjalan lancar,” tambahnya.
Pemerintah daerah juga memastikan akan terus melakukan pemantauan selama proses penyaluran berlangsung. Hal ini dilakukan untuk menjamin kualitas bantuan yang diterima masyarakat tetap layak konsumsi.
“Monitoring dilakukan untuk memastikan pelaksanaan di lapangan sesuai dan kualitas bantuan tetap terjaga,” jelas Suyono.
Sementara itu, Lurah Rejosari, Semin, Sunarto, mengungkapkan bahwa di wilayahnya terdapat 1.036 kepala keluarga yang menerima bantuan tersebut. Proses distribusi berlangsung dalam satu hari dan berjalan tertib meski sempat dipadati warga.
“Penyaluran selesai dalam satu hari. Saat itu balai kalurahan cukup ramai oleh warga penerima manfaat,” katanya.
Ia menilai bantuan ini sangat membantu masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Dengan adanya bantuan beras dan minyak, warga dapat mengalokasikan pengeluaran untuk kebutuhan lainnya.
“Ini sangat membantu karena beras dan minyak adalah kebutuhan pokok yang vital bagi masyarakat,” ujarnya.
Pemkab Gunungkidul berharap program bantuan pangan ini dapat memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan warga sekaligus menjaga stabilitas ekonomi di tingkat rumah tangga, khususnya bagi kelompok rentan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Investasi Gunungkidul hingga Mei 2026 mencapai Rp394 miliar atau 45,9 persen dari target tahunan. Sektor industri menjadi penyumbang investasi terbesar.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul berencana menggelar program bertajuk Entrepreneurship University yang ditujukan bagi generasi muda
Cek jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Rabu 10 Juni 2026. Tarif hanya Rp12.000 dengan keberangkatan sejak pagi hingga sore.
Jadwal KA Bandara YIA Xpress 10 Juni 2026 dari Stasiun Tugu ke Bandara YIA. Perjalanan non-stop hanya 35-40 menit dengan tarif Rp50.000.
Prakiraan cuaca DIY 10 Juni 2026 didominasi cerah dan berawan. Kota Jogja Sleman diprediksi menjadi wilayah terpanas dengan suhu mencapai 32 derajat Celsius.
Pelatih Mozambik Chiquinho Conde yakin Timnas Indonesia memiliki peluang besar lolos ke Piala Dunia 2030 berkat kualitas pemain dan dukungan suporter.