Advertisement

Target RPJMD DIY Dikejar di Tahun Terakhir, Kemiskinan Jadi Tantangan

Lugas Subarkah
Jum'at, 24 April 2026 - 21:37 WIB
Abdul Hamied Razak
Target RPJMD DIY Dikejar di Tahun Terakhir, Kemiskinan Jadi Tantangan Sekda DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti (kiri); Gubernur DIY, Sri Sultan HB X (tengah); dan Direktur Utama BPD DIY, Santoso Rohmad, saat ditemui usai Musrembang Penyusunan RKPD 2027 di kepatihan, Kamis (22/4/2026). - Harian Jogja/Lugas Subarkah

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA — Pemerintah Daerah DIY memasuki fase krusial dalam pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah DIY 2022-2027. Memasuki tahun terakhir, berbagai indikator pembangunan terus dikejar meskipun diakui tidak semuanya dapat tercapai sesuai target awal.

Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menyebut tantangan terbesar terletak pada upaya penurunan angka kemiskinan serta pengurangan ketimpangan antarwilayah. Menurutnya, target yang ditetapkan dalam RPJMD sejak awal tergolong ambisius sehingga membutuhkan penyesuaian dalam implementasinya.

Advertisement

“Memang cukup berat, terutama pada indikator kemiskinan dan ketimpangan wilayah,” ujarnya usai menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan RKPD 2027 di Kompleks Kepatihan, Kamis (23/4/2026).

Ia menjelaskan, dalam praktiknya capaian pembangunan tidak hanya mengacu pada RPJMD, tetapi juga diselaraskan dengan target tahunan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yang ditetapkan bersama pemerintah pusat. Penyesuaian indikator ini menjadi langkah realistis agar capaian kinerja tetap terukur dan relevan.

Sebagai contoh, target tingkat kemiskinan yang ditetapkan pemerintah pusat untuk DIY pada 2025 melalui RKPD berada di angka 10,5%. Realisasinya justru lebih baik, yakni 10,08%. Meski demikian, capaian tersebut masih belum memenuhi target lebih ambisius yang tertuang dalam RPJMD.

“Kalau dibandingkan dengan target RKPD, kita sudah melampaui. Tapi memang dari sisi RPJMD belum tercapai karena target awal terlalu optimistis,” jelasnya.

Di tengah kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat, Pemda DIY mengarahkan strategi pembangunan pada penguatan sektor ekonomi berbasis masyarakat. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu pilar utama dalam menjaga pertumbuhan ekonomi daerah.

Selain itu, keberadaan Proyek Strategis Nasional (PSN) seperti pembangunan infrastruktur jalan tol diharapkan mampu menjadi pemicu (trigger) pertumbuhan ekonomi baru. Dampaknya tidak hanya pada peningkatan konektivitas, tetapi juga penyerapan tenaga kerja serta berkembangnya sektor industri.

Sektor-sektor penopang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) DIY juga terus didorong, mulai dari pariwisata, akomodasi dan makan minum, industri pengolahan, hingga pertanian.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X, menegaskan perlunya akselerasi pada tahun 2027 untuk mengejar indikator yang masih tertinggal. Menurutnya, meskipun banyak capaian positif telah diraih, sejumlah persoalan mendasar masih membutuhkan perhatian serius.

“Tingkat pengangguran terbuka dan ketimpangan pendapatan antarwilayah masih harus ditekan melalui kebijakan yang lebih inovatif dan terintegrasi,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah pusat, terutama dalam bentuk program dan alokasi anggaran, guna mempercepat pengembangan sektor unggulan DIY seperti pariwisata, pendidikan, ekonomi kreatif, serta pertanian berbasis teknologi.

Dengan berbagai strategi tersebut, Pemda DIY tetap optimistis dapat menutup periode RPJMD 2022-2027 dengan capaian yang signifikan, meskipun harus melalui penyesuaian indikator agar tetap selaras dengan dinamika pembangunan nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

OJK: Rekening Pelajar Tembus 59 Juta, Dana Capai Rp30,31 Triliun

OJK: Rekening Pelajar Tembus 59 Juta, Dana Capai Rp30,31 Triliun

News
| Jum'at, 24 April 2026, 22:57 WIB

Advertisement

Libur Iduladha 2026 Bisa Jadi 6 Hari

Libur Iduladha 2026 Bisa Jadi 6 Hari

Wisata
| Jum'at, 24 April 2026, 12:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement