Advertisement
Diskon Tol Mudik 2026: Tarif Cikampek-Kalikangkung Dipangkas
Suasana arus lalu lintas di Gerbang Tol Cikampek Utama. ANTARA - HO / Jasa Marga
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA— PT Jasa Marga memberlakukan diskon tarif tol untuk mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2026 pada 15–16 Maret 2026. Kebijakan ini diterapkan di sejumlah ruas jalur utama Tol Trans Jawa guna mendorong distribusi perjalanan pemudik dari arah Jakarta menuju wilayah timur Pulau Jawa.
Potongan tarif tol tersebut berlaku bagi pengguna jalan yang melakukan perjalanan menerus melalui beberapa gerbang tol strategis di jalur Trans Jawa. Program diskon ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan kendaraan sekaligus memberikan keringanan biaya perjalanan bagi masyarakat yang melakukan mudik Lebaran 2026.
Advertisement
Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasa Marga Trans Jawa Tol, Ria Marlinda Paalo, mengatakan potongan tarif yang diberikan terbagi dalam dua kategori.
"Potongan tarif 30 persen untuk perjalanan menerus dari Gerbang Tol Cikampek Utama menuju Gerbang Tol Kalikangkung," kata Ria kepada wartawan di kawasan Gerbang Tol Cikampek Utama, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Sabtu.
BACA JUGA
Selain itu, pada ruas Tol Batang–Semarang juga diberlakukan potongan tarif yang lebih besar. Diskon sekitar 46 persen diberikan kepada pengguna jalan yang melakukan perjalanan menerus melalui Gerbang Tol Kalikangkung.
Di sisi lain, Jasa Marga juga meningkatkan kapasitas layanan di Gerbang Tol Cikampek Utama dengan membuka 19 gardu transaksi untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan selama periode mudik Lebaran 2026.
"Gerbang Tol Cikampek Utama yang biasanya mengoperasikan 15 gardu, saat ini kami tingkatkan menjadi 19 gardu yang berfokus melayani kendaraan dari arah Jakarta menuju timur Trans Jawa," kata Ria.
Menurut dia, peningkatan jumlah kendaraan yang melintas di jalur tersebut sebenarnya sudah mulai terlihat sejak 11 Maret 2026, meskipun lonjakannya belum terlalu signifikan.
“Kalau terhitung sampai dengan tanggal 11 hingga 13 Maret, perhitungan kami sudah mencapai sekitar 108 ribu kendaraan yang melewati Gerbang Tol Cikampek Utama dari arah Jakarta menuju timur Trans Jawa. Jadi memang sudah terlihat lonjakan yang cukup tinggi," kata dia.
Meski terjadi peningkatan volume kendaraan, kata Ria, kondisi lalu lintas masih dapat dikendalikan tanpa penerapan rekayasa lalu lintas khusus.
"Baik 'one way' maupun 'contra flow'. Untuk saat ini memang belum ada rekayasa lalu lintas sama sekali, karena seluruh lonjakan kendaraan masih dapat diantisipasi dengan baik," kata Ria.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Destinasi Wisata dengan Panorama Samudera dari Atas Karang Gunungkidul
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement








