Advertisement

Jelang Lebaran 2026, Jukir TKP Ngabean Deklarasi Antinuthuk Tarif

Sunartono
Senin, 16 Maret 2026 - 18:32 WIB
Sunartono
Jelang Lebaran 2026, Jukir TKP Ngabean Deklarasi Antinuthuk Tarif Paguyuban Jukir TKP Ngabean Jogja berkomitmen tidak terapkan tarif nuthuk saat Lebaran 2026. Sanksi tegas berupa pemecatan menanti jukir yang melanggar. - Istimewa.

Advertisement

Harianjogja.com JOGJA—Pengelola Tempat Khusus Parkir (TKP) Ngabean, Kota Jogja, secara resmi menyatakan komitmen untuk memberantas praktik tarif "nuthuk" atau pungutan liar selama masa libur Lebaran 2026.

Langkah ini ditandai dengan deklarasi bersama oleh paguyuban juru parkir (jukir) yang digelar pada Senin (16/3/2026), sebagai upaya menjamin keamanan dan kenyamanan bagi wisatawan yang berkunjung ke Kota Gudeg.

Advertisement

Komitmen tersebut menjadi sangat krusial mengingat TKP Ngabean akan menjadi tumpuan utama parkir bus pariwisata menyusul kebijakan larangan parkir di TKP Senopati tahun ini. Dengan adanya pergeseran titik konsentrasi kendaraan besar tersebut, kesiapan layanan dan transparansi tarif di Ngampilan menjadi pertaruhan besar bagi citra pariwisata Yogyakarta di mata nasional.

"Kami akan memastikan area parkir bersih dari perilaku tidak terpuji yang dilakukan oleh oknum petugas parkir, kami berkomitmen untuk tidak nuthuk tarif parkir," tegas Perwakilan Juru Parkir TKP Ngabean, Anton Wahyudi, Senin.

Sanksi keras telah disiapkan bagi personel jukir yang kedapatan melanggar aturan, mulai dari evaluasi kerja hingga pemberhentian secara tidak hormat. Anton menegaskan tidak akan ada toleransi bagi oknum yang merusak komitmen bersama; rompi petugas akan langsung dicopot dan yang bersangkutan dikeluarkan dari keanggotaan paguyuban jika terbukti melakukan penarikan retribusi di luar ketentuan resmi.

Sebanyak 20 hingga 21 jukir yang akan bertugas selama periode Lebaran juga telah dibekali pembinaan khusus mengenai etika pelayanan. Para petugas diminta mengedepankan sikap ramah, sopan, dan menjauhi perilaku intimidatif layaknya preman, guna menciptakan suasana yang bersahabat bagi para pengunjung yang menitipkan kendaraannya.

Kasubdit II Dit Intelkam DIY Kompol Leo Nisya Sagita memastikan pihaknya akan merangkul para tukang parkir. Supaya citra positif yang selama ini telah dibangun di Jogjakarta bisa terus terjaga. “Karena dampaknya jika viral, bisa terjadi penurunan wisatawan di Jogja," ucapnya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jogja, Agus Arif Nugroho, menekankan bahwa perilaku jukir merupakan cerminan langsung dari keramahtamahan warga Jogja. Dishub akan melakukan pengawasan intensif di lapangan untuk memastikan budaya 3S (Senyum, Sapa, Salam) tetap dijalankan, karena ketidaknyamanan wisatawan sering kali dipicu oleh sikap petugas ketimbang nominal tarif yang dibayarkan.

"Saya tekankan bukan semata-mata tarif konsentrasi kami, tapi bagaimana sikap perilaku. Kadang bukan duitnya, tapi karena perilakunya yang membuat wisatawan tidak nyaman,” kata Agus Arif saat memberikan arahan kepada para jukir.

Dukungan dari jajaran kepolisian yang berkomitmen merangkul komunitas parkir guna menjaga situasi tetap kondusif dan mencegah isu negatif menjadi viral di media sosial.

Dengan koordinasi yang solid antara jukir, Pemkot, dan aparat keamanan, diharapkan TKP Ngabean mampu memberikan layanan prima yang dapat memperkuat daya tarik Jogja sebagai destinasi wisata favorit selama musim mudik dan balik Lebaran 1447 Hijriah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Gus Muhaimin Tebar Ribuan Paket Sembako di Sejumlah Daerah

Gus Muhaimin Tebar Ribuan Paket Sembako di Sejumlah Daerah

News
| Senin, 16 Maret 2026, 21:52 WIB

Advertisement

Batagor Yunus Bandung Jadi Buruan Pemudik Saat Lebaran

Batagor Yunus Bandung Jadi Buruan Pemudik Saat Lebaran

Wisata
| Minggu, 15 Maret 2026, 20:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement