Advertisement

Sterilisasi Bus di Parkiran Senopati Picu Penurunan Aktivitas Ekonomi

Lugas Subarkah
Kamis, 09 April 2026 - 18:17 WIB
Maya Herawati
Sterilisasi Bus di Parkiran Senopati Picu Penurunan Aktivitas Ekonomi Kondisi Tempat Khusus Parkir (TKP) Senopati nampak sepi pada Kamis (9/4/2026). - Harian Jogja/Lugas Subarkah

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Uji coba sterilisasi bus di Tempat Khusus Parkir (TKP) Senopati, di Kota Jogja, memicu penurunan aktivitas ekonomi di kawasan tersebut. Juru parkir, pedagang, hingga tukang becak mengaku kehilangan pemasukan sejak kebijakan itu diterapkan.

Pantauan pada Kamis (9/4/2026) siang menunjukkan kondisi TKP Senopati tampak lengang. Sebagian besar kios tutup, hanya satu-dua yang masih buka. Kendaraan yang parkir pun sangat sedikit, sementara juru parkir dan tukang becak hanya berjaga di sisi barat.

Advertisement

Sterilisasi bus diberlakukan sejak libur Lebaran. Dalam skema ini, hanya mobil dan minibus yang diperbolehkan parkir di TKP Senopati, sementara bus dialihkan ke Ngabeyan dan TKP eks Menara Kopi, di Kotabaru.

Pada masa liburan, mobil dan minibus masih sempat memenuhi area parkir. Namun setelah periode libur usai, jumlah kendaraan menurun drastis, terutama pada hari biasa dan akhir pekan.

Letak TKP Senopati yang cukup jauh jika ditempuh berjalan kaki dari kawasan Malioboro turut memengaruhi minat pengguna kendaraan untuk parkir di lokasi tersebut.

“Mobil itu dari sekolah saja, tapi tidak tentu. Kadang hanya kasih Rp2.000 atau Rp3.000,” ujar Slamet, salah satu juru parkir.

Ia menggambarkan kondisi saat ini sangat sepi.
“Kalau siang sepi, kalau malam seperti kuburan. Dari puasa kami sudah tidak ada pemasukan,” ungkapnya.

Dampak penurunan aktivitas ini dirasakan langsung oleh pekerja informal. Slamet mengaku belum ada solusi dari pemerintah, sementara ia kesulitan mencari pekerjaan lain karena usia.

“Saya sudah 50 tahun, mau cari pekerjaan apa sudah tidak produktif,” katanya.

Hal serupa disampaikan tukang becak, Yanto. Ia menyebut kondisi di TKP Senopati saat ini “tiarap” karena minimnya aktivitas.

“Dari pedagang hampir tidak ada yang jualan, pengasong juga kehilangan tujuan. Apalagi becak,” ujarnya.

Menurutnya, jumlah tukang becak yang mangkal juga berkurang karena sulit mendapatkan penumpang.
“Biasanya becak mangkal untuk mengais nafkah, tapi sekarang tidak ada. Cari tarikan sekarang susah kalau tidak ada tamu,” paparnya.

Sterilisasi ini juga berkaitan dengan kebijakan pembatasan kendaraan di kawasan Nol Kilometer sebagai bagian dari low emission di sepanjang sumbu filosofi.

Dengan pengalihan parkir bus dan pembatasan akses kendaraan besar, arus wisatawan yang biasanya singgah di TKP Senopati ikut berkurang, sehingga berdampak pada aktivitas ekonomi di sekitarnya.

Kondisi ini menunjukkan adanya efek lanjutan dari kebijakan transportasi terhadap sektor informal yang selama ini bergantung pada pergerakan wisatawan di kawasan pusat kota.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Harga Minyak Brent Naik Lagi, Pasar Cemas Konflik Timur Tengah

Harga Minyak Brent Naik Lagi, Pasar Cemas Konflik Timur Tengah

News
| Kamis, 09 April 2026, 19:27 WIB

Advertisement

Greenhouse Melon Ketitang Jadi Daya Tarik Baru Wisata di Klaten

Greenhouse Melon Ketitang Jadi Daya Tarik Baru Wisata di Klaten

Wisata
| Rabu, 08 April 2026, 20:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement