Anggaran Dropping Air BPBD Gunungkidul Makin Menipis
Anggaran dropping air BPBD Gunungkidul diprediksi habis September. Pemkab menyiapkan opsi tambahan melalui anggaran BTT.
FOTO ILUSTRASI. Sejumlah wisatawan bermain kano di kawasan Pantai Drini di Kalurahan Banjarejo, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, belum lama ini. - Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kawasan Pantai Drini di Kalurahan Banjarejo, Tanjungsari, kini masuk tahap penilaian untuk menjadi lokasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih. Program ini berpotensi menghadirkan pengembangan kawasan pesisir terpadu sekaligus mendorong ekonomi nelayan di Gunungkidul.
Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul telah menyiapkan lahan seluas dua hektare yang berjarak sekitar 600 meter dari bibir Pantai Drini di Kalurahan Banjarejo, Tanjungsari. Saat ini, prosesnya tinggal menunggu verifikasi lapangan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan sebagai penentu kelanjutan program.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul, M Johan Prasetyo, mengatakan pihaknya siap menyambut tim pusat yang dijadwalkan turun dalam waktu dekat.
“Kalau tidak bulan ini, mungkin Mei mendatang. Yang jelas, kami siap dilakukan verifikasi guna pembangunan Koperasi Nelayan Merah Putih di Pantai Drini,” katanya, Kamis (9/4/2026).
Lokasi Baru Setelah Usulan Sebelumnya Ditolak
Usulan pembangunan sebelumnya sempat diajukan di kawasan Pelabuhan Sadeng di Kapanewon Girisubo. Namun, lokasi tersebut tidak disetujui karena dinilai terlalu dekat dengan pelabuhan.
“Berhubung lokasi di Sadeng tidak disetujui, maka tahun ini kami usulkan Kampung Nelayan Merah Putih dibangun di kawasan Pantai Drini,” ujar Johan.
Pemilihan Pantai Drini diharapkan dapat membuka pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah pesisir yang belum berkembang secara optimal.
Potensi Bantuan hingga Rp22 Miliar
Jika lolos verifikasi, kawasan ini berpeluang mendapatkan bantuan pembangunan hingga Rp22 miliar dengan fasilitas lengkap dari hulu hingga hilir.
Program Kampung Nelayan Merah Putih mencakup pembangunan pabrik es, cold storage, bengkel mesin kapal, serta perbaikan akses jalan di kawasan sentra nelayan.
Selain itu, akan dibangun sentra kuliner perikanan, kios perbekalan melaut, balai nelayan, hingga fasilitas pengelolaan sampah, IPAL, air bersih, dan MCK umum.
Fasilitas pendukung lain meliputi penerangan jalan umum, penataan kawasan permukiman nelayan, serta penyediaan perlengkapan usaha kelautan dan perikanan.
“Yang kami ajukan di Pantai Drini merupakan yang kategori lengkap,” kata Johan.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menegaskan pengajuan ulang di lokasi baru menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan.
“Sudah ada komunikasi dengan Ketua Komisi IV DPR RI [Bu Titiek Soeharto] dan meminta memperbaiki dokumennya untuk diajukan di 2026 sehingga dapat memperoleh bantuan program senilai Rp22 miliar,” katanya.
Dengan proses verifikasi yang segera dilakukan, Pantai Drini kini menjadi harapan baru bagi pengembangan kawasan nelayan terpadu di Gunungkidul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Anggaran dropping air BPBD Gunungkidul diprediksi habis September. Pemkab menyiapkan opsi tambahan melalui anggaran BTT.
Event 21–23 Agustus 2026 di Sleman dan DIY dinilai mendorong hotel, kuliner, transportasi, dan UMKM lokal.
DTSEN dinilai bermasalah karena desil warga berubah drastis. DPRD Jogja meminta bansos tetap mempertimbangkan verifikasi kondisi warga.
Pesawat Cassa TNI AU tergelincir di runway 03-21 Bandara Sultan Hasanuddin pada Selasa, 25 Agustus 2026.
LPSK memberikan pelindungan kepada FH, saksi kasus Febrie Adriansyah, karena menilai ada potensi ancaman meski belum nyata.
Penonton Solo dan Yogyakarta menjadi salah satu saksi pertama kemegahan film Operasi Pesta Copet, yang menjalani proses syuting di tengah festival musik