Hilang 3 Hari, Warga Karangmojo Ditemukan Tewas Kecelakaan di Rongkop
Warga Karangmojo yang hilang tiga hari ditemukan tewas setelah kecelakaan tunggal di Rongkop, Gunungkidul, Senin (12/10/2026).
FOTO ILUSTRASI. Sejumlah wisatawan bermain kano di kawasan Pantai Drini di Kalurahan Banjarejo, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, belum lama ini. - Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kawasan Pantai Drini di Kalurahan Banjarejo, Tanjungsari, kini masuk tahap penilaian untuk menjadi lokasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih. Program ini berpotensi menghadirkan pengembangan kawasan pesisir terpadu sekaligus mendorong ekonomi nelayan di Gunungkidul.
Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul telah menyiapkan lahan seluas dua hektare yang berjarak sekitar 600 meter dari bibir Pantai Drini di Kalurahan Banjarejo, Tanjungsari. Saat ini, prosesnya tinggal menunggu verifikasi lapangan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan sebagai penentu kelanjutan program.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul, M Johan Prasetyo, mengatakan pihaknya siap menyambut tim pusat yang dijadwalkan turun dalam waktu dekat.
“Kalau tidak bulan ini, mungkin Mei mendatang. Yang jelas, kami siap dilakukan verifikasi guna pembangunan Koperasi Nelayan Merah Putih di Pantai Drini,” katanya, Kamis (9/4/2026).
Lokasi Baru Setelah Usulan Sebelumnya Ditolak
Usulan pembangunan sebelumnya sempat diajukan di kawasan Pelabuhan Sadeng di Kapanewon Girisubo. Namun, lokasi tersebut tidak disetujui karena dinilai terlalu dekat dengan pelabuhan.
“Berhubung lokasi di Sadeng tidak disetujui, maka tahun ini kami usulkan Kampung Nelayan Merah Putih dibangun di kawasan Pantai Drini,” ujar Johan.
Pemilihan Pantai Drini diharapkan dapat membuka pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah pesisir yang belum berkembang secara optimal.
Potensi Bantuan hingga Rp22 Miliar
Jika lolos verifikasi, kawasan ini berpeluang mendapatkan bantuan pembangunan hingga Rp22 miliar dengan fasilitas lengkap dari hulu hingga hilir.
Program Kampung Nelayan Merah Putih mencakup pembangunan pabrik es, cold storage, bengkel mesin kapal, serta perbaikan akses jalan di kawasan sentra nelayan.
Selain itu, akan dibangun sentra kuliner perikanan, kios perbekalan melaut, balai nelayan, hingga fasilitas pengelolaan sampah, IPAL, air bersih, dan MCK umum.
Fasilitas pendukung lain meliputi penerangan jalan umum, penataan kawasan permukiman nelayan, serta penyediaan perlengkapan usaha kelautan dan perikanan.
“Yang kami ajukan di Pantai Drini merupakan yang kategori lengkap,” kata Johan.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menegaskan pengajuan ulang di lokasi baru menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan.
“Sudah ada komunikasi dengan Ketua Komisi IV DPR RI [Bu Titiek Soeharto] dan meminta memperbaiki dokumennya untuk diajukan di 2026 sehingga dapat memperoleh bantuan program senilai Rp22 miliar,” katanya.
Dengan proses verifikasi yang segera dilakukan, Pantai Drini kini menjadi harapan baru bagi pengembangan kawasan nelayan terpadu di Gunungkidul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Karangmojo yang hilang tiga hari ditemukan tewas setelah kecelakaan tunggal di Rongkop, Gunungkidul, Senin (12/10/2026).
Penanganan stunting perlu melibatkan berbagai sektor, mulai dari kesehatan, kemiskinan, pola asuh, hingga lingkungan. DPAD DIY dan DPRD DIY mendorong peningkata
Kemenhub menegaskan Zero ODOL berlaku 1 Januari 2027 tanpa toleransi. Sistem WIM, Ferizy, dan ETLE HUB disiapkan untuk menertibkan truk.
Ketua Komisi D DPRD Sleman M. Arif Priyosusanto mengajak warga peduli terhadap keluarga dengan anak stunting dan meningkatkan pemahaman gizi.
DPRD Kota Jogja memperluas batas desil tiga program bantuan sosial untuk menjangkau warga yang membutuhkan tetapi belum terakomodasi.
KPK menangkap 14 orang dalam OTT BNPB, termasuk Sestama Rustian. Penyidik menyita uang sekitar Rp1,4 miliar dan sejumlah emas.