Advertisement
Puncak Arus Balik Penumpang Kereta di Jogja Tembus Puluhan Ribu
Penumpang berjalan di peron Stasiun Jogja. - Antara - Hendra Nurdiyansyah
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Kepadatan penumpang terlihat di sejumlah stasiun di wilayah Daop 6 Jogja saat arus balik Lebaran 2026 mencapai puncaknya. Lonjakan mobilitas ini membuat okupansi kereta api menembus lebih dari 90 persen.
Pada Selasa (24/3/2026), PT KAI Daop 6 Jogja mencatat total 71.800 penumpang terlayani. Angka tersebut terdiri dari 35.742 penumpang berangkat dan 36.068 penumpang tiba di stasiun-stasiun di wilayah Daop 6 Jogja.
Advertisement
Manajer Humas KAI Daop 6 Jogja, Feni Novida Saragih, menjelaskan tingginya jumlah penumpang sejalan dengan momen puncak arus balik. Tingkat keterisian kursi yang tinggi menunjukkan tingginya permintaan perjalanan kereta api.
“Hal itu lantaran okupansi rata-rata perjalanan KA dari Daop 6 sudah mencapai lebih dari 90%,” kata Feni, Selasa (24/3/2026).
BACA JUGA
Pergerakan penumpang paling padat terpantau di Stasiun Yogyakarta, di Kota Jogja, Stasiun Lempuyangan, di Kota Jogja, serta Stasiun Solo Balapan, di Solo. Ketiga titik ini menjadi simpul utama arus balik.
Hingga pukul 09.00 WIB, Stasiun Yogyakarta mencatat 14.477 penumpang berangkat dan 14.389 penumpang tiba. Sementara di Stasiun Lempuyangan terdapat 4.398 penumpang berangkat dan 6.538 penumpang tiba.
Adapun di Stasiun Solo Balapan, tercatat 7.888 penumpang berangkat dan 7.826 penumpang tiba pada waktu yang sama.
Feni menyebut data tersebut masih dapat berubah karena pembelian tiket tetap berlangsung hingga menjelang keberangkatan terakhir pada tengah malam.
“Angka-angka ini masih dinamis atau bergerak karena pembelian tiket masih terus berjalan hingga jelang keberangkatan KA terakhir pada tengah malam nanti,” ujarnya.
Di tengah lonjakan penumpang, KAI mengingatkan calon pengguna jasa untuk mengatur waktu keberangkatan ke stasiun. Kepadatan lalu lintas di sekitar stasiun berpotensi menghambat perjalanan.
“Aktivitas liburan Lebaran masyarakat yang meningkat menyebabkan arus kendaraan semakin padat dan berpotensi macet. Karena itu, kami mengimbau calon penumpang untuk berangkat lebih awal dari rumah atau tiba lebih awal di stasiun,” kata Feni.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Puncak Arus Balik 2026: 120 Ribu Kendaraan Bakal Padati GT Cikatama
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement






