Pasar Tradisional di Kulonprogo Tertekan Perubahan Belanja Online
Pedagang Pasar Bendungan Kulonprogo mengeluh sepi pembeli akibat migrasi belanja masyarakat ke platform online.
Foto ilustrasi penemuan mayat/jenazah. - Foto dibuat menggunakan Artificial Intelligence ChatGPT
Harianjogja.com, KULONPROGO—Warga Kalurahan Triharjo, Kapanewon Wates, Kulonprogo digemparkan dengan penemuan jasad seorang pria di sebuah area perkebunan, Rabu (25/3/2026) siang.
Penemuan tragis tersebut bermula dari kecurigaan warga yang mencium aroma busuk menyengat serupa bangkai di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).
Kepala Seksi Humas Polres Kulonprogo, Iptu Sarjoko, menjelaskan bahwa identitas jasad pria tersebut telah diketahui berinisial S (48), warga asli Wates. Ia membenarkan bahwa keberadaan korban terungkap setelah warga sekitar berupaya menelusuri sumber bau yang sangat mengganggu penciuman tersebut.
"Kemudian warga mencari sumber bau menyengat tersebut sampai akhirnya menemukan jenazah S dalam kondisi sudah membusuk di kebun tepat di bawah pohon kelapa," ungkap Sarjoko kepada wartawan, Rabu (25/3/2026).
Temuan tersebut segera dilaporkan ke Polsek Wates yang langsung berkoordinasi dengan tim medis untuk melakukan identifikasi awal.
Berdasarkan hasil pemeriksaan luar oleh dokter, pihak kepolisian menyatakan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban. Kondisi jasad yang sudah mengalami pembusukan lanjut menjadi indikator lama waktu kematian pria malang tersebut.
"Diperkirakan S sudah meninggal dunia lebih dari empat hari," jelas Sarjoko terkait hasil analisis medis di lapangan. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kematian korban di lokasi terbuka tersebut.
Kejadian ini sempat menarik perhatian masyarakat setempat di tengah suasana arus balik Lebaran 2026 yang melintasi wilayah Kulonprogo.
Polisi mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika mengetahui adanya aktivitas mencurigakan atau anggota keluarga yang hilang guna mempercepat proses penanganan. Jenazah S kini telah dievakuasi untuk penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga guna proses pemakaman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pedagang Pasar Bendungan Kulonprogo mengeluh sepi pembeli akibat migrasi belanja masyarakat ke platform online.
Libur sekolah 2026 diprediksi mendongkrak wisata Karanganyar. The Lawu Group perketat keamanan, hadirkan promo, dan optimistis kunjungan meningkat.
Investigasi mengungkap dugaan hacker Rusia berada di balik peretasan Jaguar Land Rover yang menyebabkan kerugian ekonomi hingga miliaran dolar.
Prabowo Subianto mengungkap pertanyaannya kepada profesor tentang gandum, sawit, dan industri mobil Indonesia dalam Sarasehan Kebangsaan.
Eks pekerja RSU Griya Mahardhika Jogja menuntut pembayaran gaji empat bulan dalam aksi damai di Bantul. Mediasi ketiga dijadwalkan 1 Juli 2026.
Pajak nol persen impor suku cadang pesawat memasuki tahap harmonisasi. Kemenhub berharap kebijakan segera berlaku untuk menekan biaya maskapai.