Kemarau Panjang di Bantul, Kolam Ikan Mulai Mengering
Kemarau panjang di Bantul menyebabkan kolam ikan mengering. Pembudidaya menghentikan produksi akibat minimnya pasokan air selama lebih dari dua bulan.
Kantor Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. (ANTARA/Hery Sidik)
Harianjogja.com, BANTUL—Sebanyak 12 kalurahan di Kabupaten Bantul mengajukan diri sebagai desa rintisan budaya pada 2026, menambah deretan wilayah yang berkomitmen melestarikan kearifan lokal. Dengan tambahan ini, jumlah desa rintisan budaya di Bantul kini mencapai 51 kalurahan dari total 75 yang ada.
Kepala Dinas Kebudayaan Bantul, Yanuatun Yunadiana, menjelaskan bahwa penetapan desa rintisan budaya tidak dilakukan secara instan, melainkan melalui tahapan dan proses verifikasi ketat.
“Dalam penetapan desa rintisan budaya ada sejumlah tahapan yang dilakukan dan juga verifikasi,” ujarnya, Senin (30/3).
Adapun 12 kalurahan pengusul tersebar di sejumlah kapanewon, yakni Kebonagung, Jambidan, Tirtomulyo, Sidomulyo, Canden, Ngestiharjo, Pendowoharjo, Palbapang, Wonolelo, Segoroyoso, Jagalan, dan Panjangrejo.
Proses verifikasi mencakup beragam aspek budaya yang hidup di masyarakat, mulai dari adat istiadat, tradisi, kesenian, hingga permainan tradisional. Selain itu, penilaian juga meliputi bahasa, sastra, aksara, kerajinan, kuliner khas, hingga praktik pengobatan tradisional.
“Penilaian juga mencakup kerajinan, kuliner khas, pengobatan tradisional, serta keberadaan bangunan dan warisan budaya,” katanya.
Tak hanya melibatkan pemerintah daerah, proses verifikasi juga menggandeng tim independen yang terdiri dari akademisi, praktisi, budayawan, hingga seniman. Keterlibatan berbagai unsur ini bertujuan memastikan penilaian berlangsung objektif sekaligus merepresentasikan kondisi riil potensi budaya di setiap kalurahan.
Dengan terus bertambahnya desa rintisan budaya, Pemkab Bantul berharap pelestarian dan pengembangan budaya lokal dapat semakin mengakar di tengah masyarakat. Upaya ini juga diharapkan memperkuat identitas daerah di tengah derasnya arus modernisasi.
Seusai proses verifikasi rampung, kalurahan yang lolos diharapkan mampu menjadi motor penggerak pelestarian budaya sekaligus daya tarik baru bagi pengembangan potensi lokal di Bantul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau panjang di Bantul menyebabkan kolam ikan mengering. Pembudidaya menghentikan produksi akibat minimnya pasokan air selama lebih dari dua bulan.
Jadwal DAMRI Bandara YIA Rabu 22 Juli 2026 lengkap dengan rute ke Sleman, Kota Jogja, Gamping, Condongcatur, dan tarif Rp80.000.
KPK mengungkap dugaan Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini memiliki 55 aset tanah dan bangunan, namun banyak yang belum tercantum dalam LHKPN.
Pengasuhan anak tidak cukup hanya mengandalkan satu buku. Orang tua perlu memperkaya pengetahuan melalui berbagai referensi
PSIM Jogja menyambut Piala Liga 2026/2027. Jean-Paul Van Gastel menilai ajang itu positif, tetapi mengingatkan jadwal musim akan semakin padat.
Basarnas menemukan korban terakhir reruntuhan rumah di Grand Polonia Medan. Total tiga orang meninggal dan empat korban berhasil selamat.