Advertisement
Girder Rampung Tol Jogja Solo dan Bawen Tersambung
Pemasangan girder di atas Jalan Sidomoyo, Tirtoadi. - Istimewa // PT Adhi Karya
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN— Konektivitas ruas Tol Jogja-Solo dan Tol Jogja-Bawen memasuki tahap krusial setelah keduanya resmi tersambung secara konstruksi di wilayah Sleman. Penyambungan ini menjadi penanda penting percepatan pembangunan jaringan tol di DIY.
Sambungan fisik tersebut terjadi di area Junction Sleman yang berada di Kalurahan Tirtoadi, ditandai dengan rampungnya pemasangan girder di atas Jalan Sidomoyo yang menghubungkan dua ruas tol tersebut.
Advertisement
Humas PT Adhi Karya Proyek Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2, Agung Murhandjanto, mengungkapkan progres pembangunan ruas Trihanggo–Junction Sleman saat ini telah mencapai 78 persen.
“Secara konstruksi sudah terkoneksi, karena di atas Sidomoyo itu kan kemarin kami erection girder di situ. Itu sudah selesai, jadi secara fisik sudah tersambung,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).
BACA JUGA
Pemasangan girder tersebut diselesaikan sebelum Lebaran, sesuai target yang telah ditetapkan kontraktor. Dengan selesainya tahapan ini, koneksi antara Tol Jogja-Solo dan Tol Jogja-Bawen kini sudah terbentuk secara fisik.
“Jadi kemarin target kita kan sebelum Lebaran kan itu. Jadi secara fisik itu sebenarnya Jogja-Bawen sudah tersambung ini. Jogja-Bawen sama Jogja-Solo karena di Sidomoyo itu sudah erection girder-nya sudah terlaksana, sudah terpasang,” lanjutnya.
Dalam konstruksi jalan tol, girder dipasang di antara abutment atau pangkal jembatan yang berfungsi menopang beban struktur jalan dan menyalurkannya ke fondasi. Tahapan ini menjadi bagian penting sebelum pengerjaan badan jalan dilanjutkan.
Setelah koneksi terwujud, kontraktor kini fokus pada penyelesaian tahap berikutnya, mulai dari pemadatan timbunan hingga pengecoran rigid. Pekerjaan kemudian dilanjutkan dengan pemasangan pembatas jalan sebelum masuk tahap pengaspalan.
“ Tinggal ini ya penyelesaian saja, pemadatan timbunan, kemudian dari pemadatan timbunan dulu, kemudian rigid. Setelah itu pembatas-pembatas, kemudian baru nanti ada pengaspalan,” jelas Agung.
Perkembangan ini diharapkan mempercepat terwujudnya konektivitas transportasi darat antara wilayah Jogja dan sekitarnya, sekaligus memperkuat akses menuju jalur tol strategis di Jawa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Masuk Jepang Wajib JESTA 2026, Ini Biaya dan Cara Daftarnya
Advertisement
Berita Populer
- Polemik Retribusi Parangtritis, Pemkab Bantul Berencana Pindah TPR
- HUT ke-80 Sultan HB X, 10.000 Pamong se-DIY Bakal Kirab Hasil Bumi
- Sempat Viral Putus Sekolah Rawat Orang Tua, Fendi Kembali ke Kelas
- Jadwal KRL Jogja-Solo Terbaru Selasa 31 Maret 2026, Cek di Sini
- Gangguan Teknis, KA Tambahan Jogja-Pasar Senen Mogok di Kulonprogo
Advertisement
Advertisement







