Bayar Rp50.000 Sehari, Ini Alasan Orang Tua Titip Bayi di Bidan Pakem
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
Pembangunan Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 Trihanggo-Junction Sleman. - Istimewa // PT Adhi Karya
Harianjogja.com, SLEMAN — Pembangunan akses Tol Jogja–Solo di kawasan Trihanggo, Gamping, Sleman terus dipacu. Saat ini, proyek memasuki tahap krusial dengan fokus pada penyelesaian jalur masuk dan keluar tol (ramp on dan ramp off) sebelum pembangunan gerbang tol dimulai.
Kontraktor pelaksana, PT Adhi Karya, mulai menyiapkan pembangunan plaza tol sebagai bagian dari proyek Tol Jogja–Solo Seksi 2 Paket 2.2 Trihanggo–Junction Sleman.
Humas proyek, Agung Murhandjanto, menyampaikan pengerjaan akses keluar-masuk tol saat ini dikebut agar tahapan berikutnya dapat segera berjalan.
"Ramp On sama Ramp Off kami genjot nanti untuk segera dibangun plazanya, termasuk gerbangnya. Ini kami mulai segera mulai ke sana," ujarnya, Selasa (31/3/2026).
Ia menjelaskan, plaza tol yang dibangun tidak hanya berupa gerbang utama, tetapi juga dilengkapi fasilitas pendukung seperti gardu transaksi hingga kantor operasional.
Nantinya, pengendara yang melintas akan melakukan transaksi elektronik dengan sistem tap kartu tol, baik saat masuk maupun keluar jalan tol.
"Bayangannya kaya gapuranya itu. Jadi Ramp On itu untuk naik, kemudian ada nge-tap di situ. Itu kan ada utilitas di situ kan, ada kantor dan ada yang jaga juga," jelasnya.
Skema serupa juga akan diterapkan pada jalur keluar (ramp off), di mana kendaraan tetap harus melalui gardu transaksi sebelum kembali ke jalan arteri.
"Terus nanti di Ramp off juga seperti itu. Ada gapura, kemudian ada untuk tap kalau mau keluar-masuk [tol]," tambahnya.
Percepatan ini menjadi bagian dari upaya penyelesaian proyek Tol Jogja–Solo yang diharapkan mampu meningkatkan konektivitas dan memperlancar mobilitas masyarakat, khususnya di wilayah Sleman dan sekitarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
Bedah buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji digelar di Padukuhan Dayakan 2, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Rabu (20/5).
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.