Update Harga Pangan: Cabai Rawit Nyaris Rp60 Ribu, Telur Rp28.950/Kg
Harga cabai rawit merah mencapai Rp59.850 per kg menurut PIHPS. Simak daftar lengkap harga pangan terbaru, mulai beras, telur hingga daging.
Ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Klimatologi DIY merilis prediksi musim kemarau 2026 yang diperkirakan lebih kering dibandingkan kondisi normal.
Kepala Stasiun Klimatologi DIY, Reni Kraningtyas, menyampaikan dinamika atmosfer dan laut saat ini menunjukkan sejumlah indikator penting, termasuk mulai aktifnya Monsun Australia yang ditandai dengan angin dari timur di wilayah selatan ekuator.
Selain itu, kondisi El Nino Southern Oscillation (ENSO) masih berada pada fase netral hingga pertengahan 2026. Namun, terdapat peluang munculnya fenomena El Nino dengan intensitas lemah hingga moderat pada Juli hingga akhir tahun, dengan probabilitas 50–60%.
Awal Kemarau dan Puncaknya
BMKG memprakirakan awal musim kemarau di DIY terjadi pada dasarian III April hingga awal Mei 2026. Sementara itu, puncak musim kemarau diprediksi berlangsung pada Agustus 2026 di seluruh zona musim.
Durasi kemarau diperkirakan cukup panjang, berkisar antara 19 hingga 21 dasarian di sebagian besar wilayah. Adapun curah hujan selama periode ini diprediksi berada di kisaran 250–400 mm.
Akhir musim kemarau diperkirakan terjadi pada dasarian II Oktober hingga awal November 2026.
Lebih Kering dari Biasanya
BMKG menilai sifat hujan pada musim kemarau tahun ini didominasi kategori bawah normal. Artinya, kondisi kemarau berpotensi lebih kering dibandingkan rata-rata klimatologis.
Kondisi tersebut diperkuat oleh suhu muka laut di perairan selatan DIY yang cenderung dingin hingga netral, serta tidak aktifnya fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) di wilayah Indonesia.
Waspada Dampak dan Lakukan Antisipasi
BMKG mengimbau pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama pada masa peralihan musim (pancaroba) yang berpotensi memicu cuaca ekstrem seperti hujan lebat, angin kencang, dan petir.
Langkah mitigasi yang disarankan antara lain membersihkan saluran air, memangkas pohon berisiko tumbang, serta memastikan kekuatan struktur bangunan dan baliho.
Selain itu, masyarakat juga diminta lebih siap menghadapi potensi kekeringan, terutama menjelang hingga setelah puncak kemarau pada Juli–September 2026.
BMKG menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya air secara efisien serta penyesuaian pola tanam guna mengurangi risiko gagal panen akibat kondisi cuaca yang lebih kering dari biasanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga cabai rawit merah mencapai Rp59.850 per kg menurut PIHPS. Simak daftar lengkap harga pangan terbaru, mulai beras, telur hingga daging.
Progres Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 mencapai 87%. Ramp on dan ramp off ditargetkan selesai Agustus 2026.
Presiden Prabowo Subianto melantik 1.177 perwira remaja TNI dan Polri dalam Upacara Prasetya Perwira 2026 di Istana Merdeka.
Venezuela mengonfirmasi tiga kematian akibat hantavirus di Anzoategui. Pemerintah menyatakan belum ada bukti penularan virus antarmanusia.
Cek jadwal Angkutan KSPN Jogja Rabu 22 Juli 2026 menuju Obelix Sea View dan Pantai Drini. Tarif mulai Rp12.000 dari Malioboro.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Rabu 22 Juli 2026 lengkap dari Stasiun Tugu Yogyakarta dan Kutoarjo. Simak jam keberangkatan terbaru.