Advertisement
WFH Jumat untuk ASN Sleman Mulai Digodok, Layanan Publik Tetap Jalan
Foto ilustrasi rapat ASN, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Rencana penerapan kerja dari rumah (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) setiap hari Jumat di Kabupaten Sleman mulai disiapkan dengan kajian teknis. Skema ini dirancang agar efisiensi energi bisa berjalan tanpa mengganggu pelayanan publik.
Pemkab Sleman melalui Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) dan Bagian Organisasi Setda Sleman tengah menyusun aturan teknis sebagai tindak lanjut edaran pemerintah pusat terkait transformasi budaya kerja ASN.
Advertisement
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menegaskan kebijakan ini akan disesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan agar tidak mengurangi kualitas layanan kepada masyarakat.
Menurutnya, efisiensi energi menjadi salah satu tujuan utama, namun pelayanan dasar tetap menjadi prioritas utama yang tidak bisa dikurangi.
BACA JUGA
Layanan Langsung Tetap Dipertahankan
Sejumlah sektor layanan publik dipastikan tetap berjalan secara langsung, seperti layanan kedaruratan, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat, kebersihan, persampahan, administrasi kependudukan, perizinan, kesehatan, hingga pendidikan.
Pemkab Sleman juga akan memaksimalkan pemanfaatan teknologi informasi untuk mendukung pola kerja baru tersebut.
Hal ini dinilai memungkinkan karena indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Sleman telah mencapai 4,30 dengan predikat memuaskan, yang menunjukkan kesiapan layanan digital pemerintah daerah.
“Kebijakan ini dapat dilakukan tanpa mengurangi kualitas pelayanan publik,” kata Harda, Kamis (2/4/2026).
Ia menambahkan, implementasi kebijakan akan dilakukan secara bertahap dan terus dievaluasi agar tetap selaras dengan arahan Pemerintah Pusat.
Pemkab Sleman juga memastikan fleksibilitas kerja ASN tetap mempertimbangkan kecepatan dan ketepatan pelayanan kepada masyarakat.
Langkah ini diharapkan mampu menyeimbangkan efisiensi energi dengan kebutuhan layanan publik yang tetap harus optimal di Kabupaten Sleman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Kepadatan Mereda, Contraflow Tol Jakarta Cikampek Resmi Berakhir
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement




