Polisi Mulai Periksa Saksi Kasus Kekerasan Seksual KKN UAD
Polisi jadwalkan pemeriksaan saksi kasus kekerasan seksual KKN UAD di Sleman. Korban telah dimintai keterangan dan penyelidikan masih berlangsung.
Penjaga toko plastik di Mlati pads Selasa (7/4/2026) menunjukkan sejumlah plastik yang mengalami kenaikan harga./Harian Jogja -- Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN — Konflik geopolitik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel mulai berdampak pada sektor perdagangan di daerah, termasuk di Sleman. Salah satunya terlihat dari lonjakan harga berbagai jenis plastik yang kini semakin membebani pedagang dan pelaku usaha kecil.
Penjaga toko plastik di wilayah Mlati, Wita, mengungkapkan kenaikan harga sudah mulai terasa sejak konflik memanas dan semakin signifikan menjelang Lebaran.
“Ya ada perang-perang itu, mulai naik. Lebaran sudah terasa,” ujarnya saat ditemui, Selasa (7/4/2026).
Menurutnya, gangguan pasokan bahan baku plastik di tingkat global menjadi pemicu utama kenaikan harga. Distribusi yang tersendat membuat harga di tingkat pedagang ikut terdongkrak.
Ia menyebut, pada awalnya kenaikan harga berkisar 40%. Namun, memasuki pekan pertama April 2026, lonjakan harga telah mencapai sekitar 70%.
Kenaikan paling mencolok terjadi pada plastik bening untuk kebutuhan laundry. Harga yang sebelumnya sekitar Rp28.000 per pak kini melonjak menjadi Rp45.000 per pak.
Selain itu, kertas minyak juga mengalami kenaikan dari Rp32.000 menjadi sekitar Rp40.000 per pak. Bahkan, plastik bening ukuran kecil yang sebelumnya dijual Rp3.500 kini menembus Rp7.000 per bungkus atau naik hingga 100%.
Tak hanya itu, plastik cup untuk minuman serta plastik mika untuk kemasan makanan juga mengalami kenaikan harga sekitar Rp2.000–Rp3.000 per pak.
“Pokoknya hampir semua jenis plastik naik. Dari sales juga bilang harganya terus naik, dari 40% sampai sekarang 70%, bahkan katanya masih bisa naik lagi,” katanya.
Dampak kenaikan harga ini membuat daya beli konsumen menurun. Wita menyebut banyak pelanggan kini mengurangi jumlah pembelian.
“Biasanya beli 10 pak, sekarang paling lima saja karena mahal,” ungkapnya.
Kantong plastik kresek juga mengalami kenaikan signifikan, dari sekitar Rp4.000 menjadi Rp7.500 per pak. Untuk menyiasati hal tersebut, Wita menerapkan biaya tambahan bagi pelanggan yang membutuhkan kantong plastik, yakni Rp500 untuk ukuran kecil dan Rp1.000 untuk ukuran besar.
Akibatnya, sebagian pembeli mulai membawa kantong sendiri dari rumah untuk menghemat pengeluaran.
“Iya, banyak juga yang bawa sendiri. Sudah tahu dari TV juga,” ujarnya.
Wita berharap kondisi global segera membaik agar harga plastik bisa kembali stabil.
“Semoga perangnya cepat selesai, biar harga tidak terus naik dan bisa normal lagi,” katanya.
Pelaku Usaha Ikut Terdampak
Dampak kenaikan harga plastik juga dirasakan pelaku usaha kecil. Dwi Supriyanto, penjual angkringan di wilayah Ngemplak, mengaku kenaikan harga sudah terjadi sejak sebelum Lebaran.
“Sejak mau Lebaran itu sudah naik, bahkan langsung ganti harga,” ujarnya.
Untuk menyiasati kenaikan biaya operasional, ia memilih mengurangi porsi dagangan dibandingkan menaikkan harga jual.
“Ngaruh sekali. Harga kresek dari Rp7.000 jadi Rp12.000. Jadi porsi nasi sedikit dikurangi. Kalau harga dinaikkan, takutnya pembeli malah tidak ada,” ucapnya.
Ia berharap harga plastik segera stabil agar usaha kecil tetap bisa bertahan di tengah tekanan biaya yang meningkat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi jadwalkan pemeriksaan saksi kasus kekerasan seksual KKN UAD di Sleman. Korban telah dimintai keterangan dan penyelidikan masih berlangsung.
PLN menyiapkan kontrak jual beli listrik hingga 30 tahun untuk proyek PSEL guna menarik investasi dan mempercepat transisi energi.
Menteri Hukum menyebut 300 WNI mengajukan pelepasan kewarganegaraan. Kenaikan tarif dinilai tidak berdampak bagi masyarakat umum
Investasi Sleman triwulan II 2026 mencapai Rp931,7 miliar. Sektor kelistrikan mendominasi dan menyerap 2.448 tenaga kerja baru.
Presiden Prabowo mengingatkan 1.177 perwira TNI-Polri menjaga integritas, menjauhi korupsi, narkoba, judi, dan mengabdi kepada rakyat.
Warga Kotagede mengikuti pelatihan susur Sungai Gajah Wong untuk mendeteksi dini potensi banjir dan memperkuat mitigasi bencana.