Advertisement

Haji 2026 Aman, Ratusan Jemaah Bantul Tetap Terbang Awal Mei

Yosef Leon
Minggu, 12 April 2026 - 19:57 WIB
Abdul Hamied Razak
Haji 2026 Aman, Ratusan Jemaah Bantul Tetap Terbang Awal Mei Sejumlah calon jemaah haji khusus saat mengikuti pengajian di Masjid Al Ghozali, Banguntapan, Bantul, Minggu (12/4 - 2026). Dokumentasi Istimewa

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL — Ratusan jemaah haji khusus asal Bantul dipastikan tetap berangkat ke Arab Saudi pada awal Mei 2026. Di tengah dinamika geopolitik kawasan, jemaah diminta tetap tenang dan fokus menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Direktur Utama Al Anshor Tours, Ghozali Mukri memastikan jadwal keberangkatan tidak mengalami perubahan. Kepastian tersebut disampaikan saat pengajian mangayubagyo jelang keberangkatan di Banguntapan, Minggu (12/4/2026).

Advertisement

Berangkat Sesuai Jadwal

Ghozali menjelaskan, jemaah dijadwalkan berangkat pada 3 Mei 2026 dengan penerbangan pada 4 Mei dini hari. Seluruh persiapan teknis, termasuk koordinasi penerbangan, telah rampung.

“Alhamdulillah, isu-isu konflik ini tidak mempengaruhi karena pesawat yang kami gunakan adalah Saudia. Jalurnya berbeda, tidak melewati wilayah konflik,” ujarnya.

Ia menegaskan, maskapai telah mengatur rute penerbangan yang aman dan menjauh dari area terdampak konflik.

Selain kesiapan teknis, seluruh dokumen jemaah juga telah lengkap, mulai dari visa hingga Kartu Nusuk yang menjadi syarat akses ke lokasi utama ibadah seperti Masjidil Haram, Masyair, Mina, dan Arafah.

Ghozali memastikan tidak ada perubahan biaya yang dibebankan kepada jemaah.

“Insyaallah tidak ada dampak, termasuk kenaikan biaya. Pihak maskapai tidak menaikkan harga tiket, sampai hari ini masih aman,” katanya.

Tahun ini, Al Anshor Tours memberangkatkan total 193 orang, terdiri atas 182 jemaah dan 11 petugas pendamping.

Ia juga mengimbau jemaah agar tidak terpengaruh informasi yang belum tentu valid terkait konflik di Timur Tengah.

Menurutnya, lokasi konflik berada jauh dari pusat ibadah di Makkah dan Madinah.

“Tidak usah memikirkan konflik. Jalur pesawat kami sangat jauh dari wilayah tersebut. Jarak Makkah dan Madinah ke Riyadh saja sekitar 1.000 kilometer, jadi insyaallah aman,” ujarnya.

Jemaah Tetap Waspada

Salah satu calon jemaah, Syamsul Azhari mengaku tetap memantau perkembangan situasi di Timur Tengah.

Menurutnya, penjelasan dari pihak travel membuatnya lebih tenang, terutama terkait jalur penerbangan yang tidak melewati wilayah konflik.

“Kami terus memonitor situasi, termasuk informasi dari Kementerian Haji. Rute pesawat tidak melewati jalur konflik karena melalui jalur selatan, sehingga kami merasa lebih tenang,” ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Bukan Rudal, Cahaya di Langit Malang Diduga Sampah Antariksa

Bukan Rudal, Cahaya di Langit Malang Diduga Sampah Antariksa

News
| Minggu, 12 April 2026, 20:57 WIB

Advertisement

Kanada Negara Paling Ramah 2026, Indonesia Peringkat 33

Kanada Negara Paling Ramah 2026, Indonesia Peringkat 33

Wisata
| Minggu, 12 April 2026, 15:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement