Alwi Farhan Terhenti di Babak Pertama China Open 2026
Alwi Farhan tersingkir pada babak pertama China Open 2026 setelah kalah tiga gim dari Ayush Shetty. Hasil ini mengakhiri momentum positif yang dibangun di Japan
Foto ilustrasi petugas pemadam kebakaran bekerja memadamkan api di lokasi kejadian kebakaran. - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Nasib nahas menimpa seorang warga Kalitirto, Berbah, Sleman, seusai bangunan bekas kandang puyuh miliknya ludes dilalap si jago merah pada Senin (13/4/2026) sore.
Insiden yang terjadi sekira pukul 15.00 WIB ini mengakibatkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp20 juta, setelah api dengan cepat merambat dan menghanguskan tumpukan barang bekas di dalam gudang seluas 45 meter persegi tersebut. Kondisi ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran di lingkungan tempat tinggal yang memiliki material mudah terbakar.
Kasi Humas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro, mengungkapkan kronologi kejadian bermula saat pemilik rumah berinisial NF, 54, sedang menerima tamu petugas Pendamping PKH. Di tengah pendataan bantuan BPJS tersebut, NF dikejutkan oleh suara letupan keras dari arah belakang rumah.
“Pemilik rumah mendengar suara letupan seperti orang memasak dari arah gudang, padahal gudang itu tidak digunakan untuk memasak,” jelas Iptu Argo, Senin malam.
Saat dilakukan pengecekan, api ternyata sudah membesar dan melahap bangunan dengan atap bambu dan asbes tersebut.
Api yang berasal dari gudang bekas kandang puyuh itu merembet hingga ke bagian atap kamar tidur belakang yang letaknya menempel pada gudang. Di dalam gudang sendiri terdapat 13 kandang puyuh kosong, satu box pembesaran bibit, serta tumpukan barang-barang bekas pakai yang memicu api menyebar lebih cepat. Hanya dalam waktu 20 menit setelah kejadian, empat unit pemadam kebakaran dari Kabupaten Sleman dan Bantul tiba di lokasi untuk melakukan upaya pemadaman bersama personel Polsek Berbah dan relawan setempat.
Berkat kesigapan petugas, api berhasil dijinakkan sepenuhnya pada pukul 15.45 WIB menggunakan dua unit pemadam. Meskipun seluruh isi gudang hangus, beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Hingga saat ini, sumber api belum diketahui secara pasti karena api sudah terlanjur besar saat pertama kali ditemukan, namun banyaknya barang yang mudah terbakar di dalam gudang diduga menjadi penyebab api sulit dikendalikan secara mandiri oleh warga sebelum petugas tiba.
Kepolisian mengimbau masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan guna mencegah insiden serupa terulang kembali. Anda disarankan untuk melakukan pemeriksaan instalasi listrik secara berkala dan memastikan bahan-bahan yang mudah terbakar disimpan dengan aman. Selain itu, penyediaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di area yang mudah terjangkau sangat penting sebagai langkah awal pencegahan kebakaran yang lebih besar di lingkungan pemukiman padat penduduk.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Alwi Farhan tersingkir pada babak pertama China Open 2026 setelah kalah tiga gim dari Ayush Shetty. Hasil ini mengakhiri momentum positif yang dibangun di Japan
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri lolos ke 16 besar China Open 2026 setelah mengalahkan Huang Di/Liu Yang 21-15, 20-22, 21-9 di Changzhou, China.
Rupiah ditutup melemah ke level Rp17.917 per dolar AS pada perdagangan Rabu 22 Juli 2026. Sentimen global dan sikap hawkish The Fed masih menjadi faktor utama t
Media internasional seperti AP, Reuters, dan SCMP menyoroti pengunduran diri Kepala BGN Nanik Deyang di tengah berbagai tantangan Program Makan Bergizi Gratis,
Pemda Gunungkidul mendukung pembangunan gapura penanda keistimewaan DIY di perbatasan Rongkop-Wonogiri. Desain bertema Cahaya Pradipta disiapkan menjadi ikon ba
Jadwal bola malam ini: Final Piala AFF Putri Indonesia vs Laos pukul 19.45 WIB! Juga laga uji coba Eropa & kualifikasi Liga Champions. Simak jadwal lengkapnya.