Kasus Dugaan Perundungan di SMA Bantul Jadi Sorotan Pemkab
Pemkab Bantul soroti kasus dugaan perundungan di SMA Negeri 2 Bantul dan tekankan sekolah bebas kekerasan.
Foto ilustrasi petugas pemadam kebakaran bekerja memadamkan api di lokasi kejadian kebakaran. - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Potensi kebakaran di Bantul meningkat seiring memasuki musim kemarau 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul mengingatkan masyarakat agar lebih waspada karena sebagian besar kasus kebakaran Bantul masih dipicu oleh kelalaian manusia saat beraktivitas, baik di lahan terbuka maupun di lingkungan permukiman.
Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Mujahid Amrudin, mengungkapkan selama Mei 2026 tercatat sebanyak 19 kejadian kebakaran yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Bantul. Data tersebut menjadi indikator meningkatnya risiko kebakaran seiring kondisi cuaca yang semakin kering pada musim kemarau.
"Jumlah kejadian kebakaran pada Mei 2026 terjadi di 19 titik yang tersebar di sejumlah wilayah di Kabupaten Bantul," kata Mujahid, Senin (29/6).
Menurut Mujahid, hasil evaluasi BPBD menunjukkan sebagian besar insiden kebakaran sebenarnya dapat dicegah apabila masyarakat lebih berhati-hati. Berbagai kejadian yang terjadi belakangan berawal dari aktivitas sederhana yang tampak sepele, tetapi akhirnya memicu kobaran api.
Ia mencontohkan kebakaran lahan yang sempat terjadi di wilayah Banguntapan dan Pundong. Selain itu, terdapat pula kebakaran rumah warga yang dipicu penggunaan lilin sebagai penerangan ketika terjadi pemadaman listrik. Dari berbagai peristiwa tersebut, faktor kelalaian manusia masih menjadi penyebab paling dominan.
"Salah satu faktor kebakaran itu juga karena kelalaian manusia," ujarnya.
BPBD Bantul karena itu mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di area terbuka, khususnya di lokasi yang dipenuhi rerumputan maupun dedaunan kering. Pada musim kemarau, material tersebut sangat mudah terbakar apabila terkena percikan atau bara api sekecil apa pun.
Salah satu kebiasaan yang harus dihindari ialah membuang puntung rokok sembarangan. Bara api yang masih tersisa pada puntung rokok berpotensi menyulut kebakaran ketika mengenai daun maupun rumput yang telah mengering.
"Kalau puntung rokok itu ketika belum benar-benar mati lalu kena daun kering, berpotensi membakar, pastikan itu sudah mati, kalau perlu dibasahi," kata Mujahid.
Selain itu, masyarakat yang membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar diminta tidak meninggalkan lokasi sebelum api benar-benar padam. Menurutnya, arah dan kecepatan angin pada musim kemarau sulit diprediksi sehingga api dapat dengan cepat menjalar ke area lain.
BPBD meminta setiap aktivitas pembakaran dilakukan dengan pengawasan penuh serta area pembakaran dibatasi agar kobaran api tidak meluas ke lahan di sekitarnya.
"Masyarakat yang membakar lahan, pastikan itu ditunggui dan dilokalisir, kita tidak bisa memprediksi kondisi angin yang kencang, ditambah banyak daun kering sehingga potensi kebakaran meluas sangat tinggi," ujarnya.
Ancaman kebakaran tidak hanya terjadi di lahan, tetapi juga masih membayangi kawasan permukiman. BPBD Bantul mencatat penggunaan lilin saat terjadi pemadaman listrik masih menjadi salah satu penyebab kebakaran rumah yang kerap terjadi di wilayah tersebut.
Mujahid menjelaskan salah satu peristiwa bermula ketika lilin yang digunakan sebagai penerangan ditinggalkan dalam keadaan menyala. Api kemudian membakar meja sebelum merambat ke bagian rumah lainnya. Menurutnya, kejadian seperti itu seharusnya dapat dicegah apabila masyarakat lebih disiplin dalam mengawasi penggunaan sumber api di dalam rumah.
"Ini sebenarnya faktor kelalaian yang bisa diantisipasi apabila masyarakat mampu mengelola potensi kebakaran dengan baik," katanya.
Untuk itu, BPBD mengimbau masyarakat selalu mengawasi penggunaan lilin maupun alat penerangan darurat lainnya ketika terjadi pemadaman listrik. Lilin sebaiknya ditempatkan di lokasi yang aman, jauh dari benda-benda mudah terbakar, dan tidak ditinggalkan tanpa pengawasan agar risiko kebakaran Bantul selama musim kemarau dapat ditekan.
"Ketika memang terjadi pemadaman listrik, penyalaan lilin maupun lampu-lampu darurat untuk penerangan harus dalam kondisi diawasi dengan baik," kata Mujahid.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Bantul soroti kasus dugaan perundungan di SMA Negeri 2 Bantul dan tekankan sekolah bebas kekerasan.
Truk towing bermuatan alat berat menabrak Masjid Al-Amin di Nanggulan, Kulonprogo, setelah mati mesin saat menanjak dan melorot ke belakang. Tidak ada korban.
Program B50 resmi berlaku 1 Juli 2026. Kebijakan ini diyakini memperkuat ketahanan energi nasional, menekan impor solar, dan meningkatkan nilai tambah industri
Film Supergirl hanya meraup 38 juta dolar AS pada debut box office domestik. Hasil ini memunculkan pertanyaan besar tentang masa depan DC Universe era James Gun
Pemkot Pekalongan meluncurkan tiga aplikasi digital baru untuk mempercepat pelayanan publik, memperkuat tata kelola pemerintahan, dan mendukung transformasi dig
Kapten Tanjung Verde Ryan Mendes diselidiki polisi Selandia Baru atas dugaan pemerkosaan. Insiden terjadi Maret 2026 di Auckland. FIFA angkat bicara!