Inovasi E-Kunker DPRD Jogja Harus Mampu Gerakkan UMKM dan Seni Budaya
Ketua DPRD Kota Jogja FX Wisnu mendorong E-Kunker menggerakkan UMKM dan seni budaya kampung saat kunjungan DPRD daerah lain.
Foto ilustrasi kursi pejabat ASN, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, JOGJA— Proses seleksi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Jogja memasuki tahap lanjutan setelah tujuh kandidat dinyatakan lolos seleksi administrasi. Tahapan berikutnya kini difokuskan pada uji kompetensi hingga wawancara sebelum penentuan akhir.
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, menyebut seluruh proses administratif telah rampung pekan ini dan para peserta siap melanjutkan ke tahap berikutnya.
“Yang lolos administrasi ada tujuh orang. Tahapan seleksi administratif sudah selesai minggu ini,” katanya, Rabu (15/4/2026).
Tahap selanjutnya berupa uji kompetensi dan presentasi dijadwalkan berlangsung hingga akhir April 2026. Setelah itu, panitia seleksi akan menggelar wawancara pada awal Mei.
Jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, hasil seleksi diperkirakan rampung pada pertengahan Mei, dengan pelantikan ditargetkan akhir Mei atau awal Juni 2026.
“Kalau semua berjalan lancar, pertengahan Mei sudah selesai. Kemungkinan akhir Mei atau awal Juni sudah bisa dilakukan pelantikan,” jelas Hasto.
Seluruh peserta yang lolos berasal dari internal Pemerintah Kota Yogyakarta. Hal ini dinilai menjadi nilai tambah karena para kandidat telah memahami dinamika birokrasi dan kebutuhan pelayanan publik di Kota Jogja.
Meski demikian, Hasto menegaskan proses penilaian sepenuhnya menjadi kewenangan panitia seleksi dari Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta.
“Panitia seleksi dari provinsi yang akan menguji. Kami di sini sebagai pengguna saja,” ujarnya.
Dalam proses seleksi ini, Hasto menyoroti pentingnya sosok Sekda yang mampu bekerja mandiri serta memiliki inovasi tinggi, terutama di tengah keterbatasan anggaran.
“Yang penting itu inovasi. Di tengah keterbatasan anggaran, harus kreatif dan mampu membuat terobosan agar hasilnya tetap optimal,” tegasnya.
Selain kompetensi, aspek keterbukaan dalam proses rekrutmen juga menjadi perhatian penting. Transparansi dinilai krusial untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus memastikan seleksi berjalan objektif dan bebas dari intervensi.
Dengan proses yang terbuka, masyarakat dapat memantau tahapan seleksi, sementara para peserta memiliki kesempatan yang sama untuk bersaing secara sehat. Hal ini juga sejalan dengan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik atau good governance dalam pengisian jabatan strategis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ketua DPRD Kota Jogja FX Wisnu mendorong E-Kunker menggerakkan UMKM dan seni budaya kampung saat kunjungan DPRD daerah lain.
Sinopsis film Gak Ada Matinya, kisah Binsar yang berharap uang asuransi ayahnya menyelamatkan hidupnya, tetapi semuanya berubah.
Instagram menghadirkan Pixel, fitur AI baru untuk menyamarkan wajah atau objek di Stories hanya dengan perintah teks.
Suluh Sumurup Art Festival 2026 memasuki tahun keempat dengan tema Maneges, menegaskan eksistensi seniman disabilitas melalui karya dan ruang berkesenian
Tim voli putra Indonesia mengalahkan Kirgiztan 3-0 di Asian Games 2026. Laga melawan Iran menjadi penentu peluang lolos ke fase berikutnya.
Pilur Gunungkidul di 31 kalurahan berjalan lancar. Lurah terpilih diminta tak jumawa dan merangkul seluruh warga demi kemajuan kalurahan.