Advertisement
Kisah Daliman, Buruh Tani di Kulonprogo yang Berangkat Haji Tahun Ini
Daliman saat ditemui di sawah garapannya yang sedang melakukan penanaman padi, Rabu (15/4/2026) Harian Jogja - Khairul Ma'arif
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Di tengah keterbatasan ekonomi, tekad kuat mengantarkan seorang buruh tani asal Kulonprogo, Daliman, mewujudkan impiannya menunaikan ibadah haji. Warga Kaligintung, Temon ini menjadi bukti bahwa kerja keras dan keyakinan mampu membuka jalan, meski penghasilan sehari-hari terbilang pas-pasan.
Sehari-hari, Daliman bekerja menggarap lahan milik orang lain seluas sekitar 3.000 meter persegi. Ia menanam berbagai komoditas seperti padi, cabai, hingga bawang. Dari pekerjaan tersebut, penghasilannya berkisar Rp1 juta hingga Rp1,5 juta per bulan.
Advertisement
Meski terbatas, ia tak pernah menyerah. Sejak beberapa tahun terakhir, Daliman mulai menyisihkan hasil kerjanya untuk beternak sapi. Pada 2022, ia membeli dua ekor pedet seharga Rp11 juta. Dengan perawatan telaten, kedua sapi tersebut tumbuh besar dan akhirnya dijual pada akhir 2025.
“Hasil penjualannya sekitar Rp24 juta, itu saya gunakan untuk pelunasan haji. Kurang sedikit saya tambah,” ujarnya saat ditemui di rumahnya, Rabu (15/4/2026).
BACA JUGA
Perjuangan Panjang Sejak Merantau
Perjalanan Daliman menuju Tanah Suci tidak instan. Ia telah mendaftar haji sejak 2012 saat merantau bekerja di proyek di Kalimantan Selatan. Kala itu, setoran awal dibantu pembiayaan dari bank dan dicicil selama empat tahun.
Setiap bulan, ia menyisihkan hingga Rp3 juta untuk membayar cicilan. Setelah lunas, ia memutuskan pulang ke kampung halaman pada 2017. Namun, kondisi ekonomi saat itu sangat sulit, bahkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari pun ia harus bekerja serabutan.
Meski demikian, Daliman tetap yakin bisa melunasi biaya haji. Keyakinan itu perlahan terjawab seiring hasil panen yang membaik dan usaha ternak yang membuahkan hasil.
“Saya selalu yakin, kalau untuk ibadah pasti ada jalan. Pelan-pelan dimudahkan,” katanya.
Hidup Sederhana, Tekad Luar Biasa
Kehidupan Daliman jauh dari kata mewah. Rumahnya masih sederhana dengan konstruksi kayu dan lantai yang belum sepenuhnya berkeramik. Bersama istrinya yang juga bekerja sebagai buruh tani, ia menjalani kehidupan dengan penuh kesederhanaan.
Dalam kesehariannya, Daliman juga mengaku rutin membaca selawat sebagai bentuk ikhtiar spiritual dalam perjalanan menuju ibadah haji.
Tetap Bekerja Jelang Keberangkatan
Menariknya, menjelang keberangkatan haji yang dijadwalkan pada 21 April 2026 melalui embarkasi Kulon Progo, Daliman masih tetap bekerja di sawah.
Hal ini karena masa tanam padi sedang berlangsung dan lahan yang ia garap merupakan milik orang lain. Ia khawatir kehilangan kepercayaan jika meninggalkan pekerjaan tersebut.
“Kalau lahan sendiri mungkin bisa ditinggal, tapi ini milik orang. Kalau saya tinggalkan, bisa digarap orang lain,” jelasnya.
Dikenal sebagai Sosok Sederhana
Dukuh Kaligintung Kidul, Tri Waluyo, membenarkan bahwa Daliman merupakan buruh tani dari kalangan ekonomi menengah ke bawah. Namun, ia dikenal sebagai sosok pekerja keras dan bersahaja di lingkungan tempat tinggalnya.
Kisah Daliman menjadi inspirasi bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita, termasuk menunaikan ibadah haji. Dengan usaha, kesabaran, dan keyakinan, impian besar pun bisa terwujud.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Lansia di Kulonprogo Alami Insiden Unik, Ditangani Damkar
- Sekolah Rakyat Lendah Dikebut, Target Juli Sudah Dibuka
- Harga Tanah di Sekitar Kelok 23 Melonjak, Investor Belum Masuk
- Klinik Pratama Tamanmartani Dikebut, Warga Segera Punya Opsi Baru
- Aplikasi Angkotku Mulai Jalan, Warga Bantul Belum Bisa Akses
Advertisement
Advertisement








