Kasus Dugaan Pelecehan Anak Berlanjut, Warga Kawal Persidangan
Sidang dugaan pelecehan seksual terhadap anak di Bantul memasuki pemeriksaan saksi. Massa mengawal persidangan dan meminta proses hukum berjalan adil.
Kantor Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. (ANTARA/Hery Sidik)
Harianjogja.com, BANTUL--Bagi warga Bantul yang berharap kemudahan layanan transportasi berbasis digital, kehadiran aplikasi Angkotku belum sepenuhnya menjawab kebutuhan tersebut. Saat ini, fungsi aplikasi yang diperkenalkan sejak November 2025 ini difokuskan untuk mempermudah urusan administratif perusahaan angkutan.
Melalui platform tersebut, perusahaan sudah dapat mengurus berbagai keperluan secara daring tanpa harus datang langsung ke kantor. Layanan yang tersedia mencakup pengajuan penambahan armada, izin operasional angkutan pedesaan, hingga permohonan rekomendasi pelat kuning.
"Sudah kita arahkan menggunakan Angkotku walaupun masih dipandu oleh admin. Sekarang sudah bisa mengurus berbagai keperluan administratif secara digital. Mulai dari pengajuan penambahan armada, izin operasional angkutan pedesaan, hingga permohonan rekomendasi pelat kuning," kata Kepala Seksi Angkutan dan Keselamatan Transportasi Dishub Bantul, Ganis Pratomo Wibowo, Rabu (15/4/2026).
Meski menawarkan kemudahan, implementasi aplikasi ini masih jauh dari kata masif. Jumlah pengguna yang aktif bahkan belum mencapai 10 perusahaan angkutan. Kondisi ini dipengaruhi oleh terbatasnya jumlah perusahaan angkutan di Bantul.
"Sejauh ini kurang dari 10 perusahaan angkutan udah pakai aplikasi, karena di Bantul perusahaan angkutan terbatas," katanya.
Di sisi lain, Dishub Bantul tengah menyiapkan pengembangan fitur baru untuk memperluas fungsi aplikasi. Salah satu yang sedang dirancang adalah layanan pengajuan ramp check secara daring, yang diharapkan bisa mempercepat proses pengecekan kelayakan kendaraan.
Selain itu, sistem pendataan bus sekolah juga mulai disiapkan. Nantinya, data siswa pengguna bus sekolah akan terintegrasi secara otomatis melalui sistem kartu, sehingga memudahkan pemantauan jumlah penumpang serta titik naik dan turun.
"Anak-anak sekolah menggunakan kartu nanti pendataannya di bus sudah otomatis. Nanti setelah sistem dinilai berjalan optimal, baru fitur lain akan diintegrasikan, bertahap ya," katanya.
Pengembangan ini dinilai penting untuk menghadirkan sistem transportasi yang lebih tertata dan transparan, khususnya bagi layanan bus sekolah yang selama ini masih minim pendataan terintegrasi.
Ke depan, aplikasi Angkotku ditargetkan mampu menyajikan informasi yang lebih lengkap, mulai dari identitas penumpang hingga operasional kendaraan secara real time. Namun, hingga saat ini informasi tersebut masih dalam tahap pengembangan.
"Kalau sekarang kita buka ke masyarakat kan ibaratnya informasinya masih minim. Ke depan, Informasi seperti identitas siswa, titik naik-turun, hingga jumlah penumpang," terangnya.
Dishub Bantul menegaskan, akses aplikasi untuk masyarakat umum baru akan dibuka setelah sistem dinilai siap dan data yang tersedia sudah cukup lengkap, sehingga benar-benar bermanfaat bagi pengguna transportasi di Bantul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sidang dugaan pelecehan seksual terhadap anak di Bantul memasuki pemeriksaan saksi. Massa mengawal persidangan dan meminta proses hukum berjalan adil.
Alat berbasis AI dari Australia mampu mengenali nyamuk pembawa DBD dan malaria hanya dari suara sayap tanpa internet dan laboratorium.
Emergency kit mobil dapat membantu pengemudi menghadapi kondisi darurat seperti ban bocor, aki tekor, atau kendaraan mogok. Simak daftar perlengkapan yang wajib
Gunungkidul dipastikan tidak memberangkatkan peserta transmigrasi pada 2026 karena minimnya kuota yang diterima DIY. Padahal, masih ada sekitar 30 kepala keluar
Media Vietnam The Thao 247 menyoroti kemenangan Timnas Indonesia 3-0 atas Bali United. Hasil tersebut dinilai menjadi sinyal kesiapan skuad Garuda menghadapi Pi
Survei Ipsos menunjukkan 75 persen masyarakat Indonesia menilai negaranya berada di jalur yang benar. Angka tersebut menempatkan Indonesia sebagai negara paling