Tagihan LPJU Kulonprogo Tembus Rp2,5 Miliar, Jembatan Kabanaran Segini
Pemkab Kulonprogo telah membayar tagihan listrik LPJU sebesar Rp2,52 miliar hingga Juni 2026. Total anggaran listrik fasilitas umum tahun ini mencapai Rp7,14 mi
Foto ilustrasi petugas pemadam kebakaran bekerja memadamkan api di lokasi kejadian kebakaran. - Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Seorang pria lanjut usia berinisial MS, 77, warga Kapanewon Pengasih, harus mendapatkan penanganan khusus setelah mengalami insiden alat vital terjepit botol plastik. Penanganan dilakukan di RSUD Wates dengan melibatkan tim pemadam kebakaran (Damkar) Kabupaten Kulonprogo.
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (14/4/2026) dan sempat membuat keluarga khawatir karena kondisi MS tidak segera terdeteksi sejak awal.
Kronologi Kejadian
Menantu korban berinisial S mengungkapkan, keluarga awalnya tidak mengetahui secara pasti penyebab insiden tersebut. Namun, sekitar tiga hari sebelum dibawa ke rumah sakit, keluarga mulai curiga karena cara berjalan MS terlihat tidak seperti biasanya.
“Kami melihat ada perubahan saat berjalan, tapi beliau tidak mengeluh apa pun,” ujar S saat ditemui, Kamis (16/4/2026).
Kondisi tersebut diperparah dengan keterbatasan komunikasi, mengingat pendengaran MS sudah menurun. Akibatnya, keluarga tidak segera mengetahui keluhan yang sebenarnya dialami.
Merasa khawatir, pihak keluarga akhirnya memutuskan membawa MS ke RSUD Wates untuk mendapatkan penanganan medis. Di sanalah diketahui bahwa alat vital korban mengalami pembengkakan akibat terjepit botol plastik, sehingga membutuhkan tindakan segera.
“Setelah diperiksa di rumah sakit, baru diketahui kondisinya cukup darurat,” ungkap S.
Penanganan Medis dan Peran Damkar
Wakil Direktur Pelayanan RSUD Wates, Eko Damayanti, membenarkan bahwa kasus tersebut memerlukan penanganan khusus di luar peralatan medis standar yang tersedia di rumah sakit.
“Penanganan sudah sesuai SOP, tetapi karena keterbatasan alat, kami meminta bantuan Damkar,” jelasnya.
Direktur Utama RSUD Wates, Eko Budiarto, menjelaskan bahwa proses pelepasan dilakukan dengan teknik hati-hati untuk menghindari cedera lebih lanjut.
Tim medis terlebih dahulu menyisipkan pelindung di antara bagian yang terjepit menggunakan alat sederhana yang dilapisi pelumas medis. Setelah itu, proses pemotongan botol dilakukan secara perlahan menggunakan gergaji khusus.
“Bagian antara tutup botol dan alat vital diselipkan pelindung yang diberi pelicin medis, kemudian dilakukan pemotongan secara terkontrol,” jelasnya.
Proses tersebut melibatkan Damkar yang memiliki peralatan teknis untuk membantu evakuasi benda asing secara aman.
Kondisi Terkini
Setelah melalui penanganan gabungan tim medis dan Damkar, kondisi MS dilaporkan mulai membaik. Pembengkakan berhasil diatasi dan tidak ditemukan cedera serius pasca tindakan.
Pihak rumah sakit maupun keluarga mengaku tidak mengetahui secara pasti bagaimana botol plastik tersebut bisa terpasang. Namun, kasus ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan, terutama pada lansia dengan keterbatasan komunikasi.
Selain itu, kejadian ini juga menegaskan peran luas Damkar yang tidak hanya menangani kebakaran, tetapi juga berbagai kondisi darurat non-kebakaran yang membutuhkan penanganan teknis khusus di masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Kulonprogo telah membayar tagihan listrik LPJU sebesar Rp2,52 miliar hingga Juni 2026. Total anggaran listrik fasilitas umum tahun ini mencapai Rp7,14 mi
Produksi smartphone global diproyeksikan turun 16,2% pada 2026 akibat kenaikan harga memori. Konsumen berpotensi menghadapi harga HP lebih mahal.
BBPK Jogja Digilib resmi diluncurkan di Yogyakarta. Perpustakaan digital ini dapat diakses 24 jam oleh ASN, mahasiswa, hingga masyarakat umum.
BGN menghentikan Program Makan Bergizi Gratis di 76 sekolah di Pulau Jawa. Anggaran dialihkan untuk balita, ibu hamil, dan wilayah 3T.
Prancis menjadi pemilik skuad termahal Piala Dunia 2026 dengan nilai Rp31 triliun. Inggris, Spanyol, dan Portugal menyusul di belakangnya.
Laporan Kaspersky mengungkap 80% korban pelecehan digital di Asia Pasifik mengalami depresi, trauma, dan dampak sosial yang serius.