Modus Giveaway Emas Antam, Peretasan Instagram RSUD NAS Telan Korban

Khairul Ma'arif
Khairul Ma'arif Selasa, 09 Juni 2026 17:07 WIB
Modus Giveaway Emas Antam, Peretasan Instagram RSUD NAS Telan Korban

Pengumuman dari RSUD Nyi Ageng Serang/Instagram

Harianjogja.com, KULONPROGO—Akun Instagram Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nyi Ageng Serang (NAS), Sentolo, Kulonprogo, sempat diretas oleh pihak tidak bertanggung jawab dan digunakan untuk menyebarkan informasi giveaway emas Antam palsu. Akibat aksi tersebut, seorang warga dilaporkan mengalami kerugian hingga Rp10 juta.

Peretasan terjadi pada Senin (8/6/2026). Saat ini akun Instagram RSUD NAS telah berhasil dipulihkan dan kembali berada di bawah kendali pengelola resmi.

Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kulonprogo, Chris Agung, mengatakan aktivitas mencurigakan pertama kali terdeteksi melalui pemantauan rutin media sosial yang dilakukan timnya.

“Tim kami menjumpai adanya aktivitas mencurigakan berupa postingan giveaway di akun RSUD Wates. Setelah dipastikan bahwa itu adalah ulah pelaku peretasan atau hacker, kami segera bergerak cepat melakukan langkah-langkah antisipasi,” kata Chris Agung saat diwawancarai, Selasa (9/6/2026).

Menurut dia, setelah memastikan akun diretas, Diskominfo langsung berkoordinasi dengan instansi terkait dan menyebarkan pengumuman resmi melalui berbagai kanal media sosial pemerintah daerah.

Masyarakat diminta tidak mempercayai informasi pembagian hadiah yang mengatasnamakan RSUD NAS selama akun tersebut masih berada dalam kendali peretas.

Diskominfo Tak Bisa Langsung Ambil Alih Akun

Chris menjelaskan, pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan teknis untuk langsung melakukan penghapusan konten maupun mengambil alih akun yang diretas karena platform media sosial memiliki sistem keamanan tersendiri.

“Platform media sosial memiliki aturan dan sistem keamanan sendiri. Karena ini bukan website atau aplikasi lokal yang kami kembangkan sendiri, kami tidak bisa langsung mengoprek sistemnya. Satu-satunya kendali ada pada penguasa akun tersebut,” ujarnya.

Ia menambahkan, secara umum akun Instagram tidak mudah diretas apabila pengelola menerapkan standar keamanan yang baik.

Menurutnya, kasus seperti ini kerap dipicu oleh faktor kelalaian pengguna, seperti penggunaan kata sandi yang lemah atau akun yang pernah masuk di beberapa perangkat yang kemudian disalahgunakan pihak lain.

Warga Jadi Korban Penipuan

Dari informasi yang dihimpun, aksi peretasan tersebut tidak hanya merugikan institusi, tetapi juga masyarakat.

Pelaku diduga menggunakan akun Instagram RSUD NAS untuk menyebarkan program giveaway tebus murah emas Antam 25 gram. Modus tersebut berhasil memperdaya setidaknya satu warga yang kemudian mentransfer uang kepada pelaku.

“Dari informasi yang kami terima, sudah ada korban yang mengalami kerugian hingga Rp10 juta setelah mengikuti instruksi yang diberikan pelaku,” ungkap Chris.

Ia menegaskan peretasan yang digunakan untuk melakukan penipuan terhadap masyarakat merupakan tindak pidana serius yang harus ditindaklanjuti secara hukum.

“Karena insiden ini berpotensi besar merugikan masyarakat luas, kami menyarankan agar permasalahan ini segera dilaporkan ke aparat penegak hukum agar bisa ditindaklanjuti secara pidana,” katanya.

Diskominfo juga mengimbau masyarakat untuk selalu memverifikasi informasi yang beredar di media sosial, terutama yang menawarkan hadiah atau keuntungan finansial dengan syarat melakukan transfer uang.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online