Arung Progo Festival 2026 Siap Digelar, Kulonprogo Bidik Wisatawan
Arung Progo Festival 2026 digelar di Kalibawang, Kulonprogo. Ajang arung jeram nasional ini diharapkan mendorong sport tourism, homestay warga, dan ekonomi loka
Landasan take off wisata paralayang di Bukit Giri Sembung ketika ada seorang pengunjung yang lepas landas untuk menjajal sensasi terbang melintasi bukit menoreh, Jumat (24/7/2026)./ Harian Jogja-Khairul Ma'arif
Harianjogja.com, KULONPROGO—Destinasi wisata paralayang Giri Sembung di Kalurahan Banjarasri, Kapanewon Kalibawang, mulai mencuri perhatian wisatawan meski usia operasionalnya masih sangat muda. Baru sekitar satu bulan lebih beroperasi secara efektif, wahana wisata udara ini sudah mampu menarik puluhan pengunjung yang ingin menikmati sensasi terbang sambil menyaksikan panorama alam Kulonprogo dari ketinggian.
Antusiasme wisatawan terlihat dari jumlah pemesanan penerbangan tandem yang terus berdatangan setiap akhir pekan. Saat ini, aktivitas paralayang dibuka khusus pada Jumat, Sabtu, dan Minggu dengan sistem reservasi terlebih dahulu.
Kepala Dinas Pariwisata Kulonprogo, Sutarman, mengatakan perkembangan destinasi tersebut cukup menggembirakan. Menurutnya, minat masyarakat terhadap wisata berbasis olahraga dan petualangan menjadi salah satu faktor yang mendorong tingginya kunjungan ke Giri Sembung.
“Untuk kunjungannya sampai saat ini, setiap hari operasional rata-rata berkisar 20 hingga 30 pengunjung yang melakukan booking penerbangan,” ujar Sutarman, Jumat (24/7/2026).
Keberhasilan Giri Sembung menarik perhatian wisatawan tidak lepas dari peran media sosial. Berbagai foto dan video yang menampilkan keindahan lanskap Kulonprogo dari udara banyak beredar di platform digital dan menjadi promosi alami bagi destinasi tersebut.
Selain wisatawan umum, lokasi ini juga mulai ramai dikunjungi atlet serta pegiat olahraga dirgantara yang tergabung dalam Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) dari berbagai daerah. Kehadiran mereka turut memperkenalkan Giri Sembung sebagai salah satu lokasi potensial untuk aktivitas paralayang di Indonesia.
Tak hanya memberikan pengalaman baru bagi wisatawan, keberadaan paralayang Giri Sembung juga mulai menggerakkan roda perekonomian masyarakat sekitar. Warga setempat kini terlibat dalam berbagai layanan pendukung yang dibutuhkan pengunjung.
Mulai dari penyediaan armada shuttle jeep menuju titik lepas landas, penjualan kuliner khas daerah, pemasaran produk UMKM, hingga pengelolaan area berkemah menjadi peluang usaha baru yang muncul seiring berkembangnya destinasi tersebut.
“Penyediaan kuliner dan produk lokal UMKM, pengelolaan area kemping, hingga pelayanan pendukung bagi wisatawan,” kata Sutarman menjelaskan bentuk keterlibatan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Kulonprogo juga tengah menyiapkan pengembangan lanjutan untuk meningkatkan daya saing destinasi tersebut. Salah satu konsep yang sedang dimatangkan adalah paket wisata terpadu yang menggabungkan aktivitas paralayang dengan wisata arung jeram.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menciptakan pengalaman wisata yang lebih lengkap sekaligus memperpanjang lama tinggal wisatawan di Kulonprogo. Pemkab bersama FASI saat ini masih menyusun skema harga dan konsep pemasaran agar paket tersebut dapat segera ditawarkan kepada pasar wisata domestik maupun mancanegara.
Sementara itu, Wakil Bupati Kulonprogo, Ambar Purwoko, menilai Giri Sembung memiliki keunggulan yang sulit ditemukan di lokasi lain di DIY. Selain menawarkan pengalaman terbang, wisatawan juga disuguhi perjalanan menggunakan jeep menyusuri jalur perbukitan sebelum mencapai titik lepas landas.
Menurut Ambar, panorama alam yang tersaji menjadi nilai jual utama. Dari atas bukit, wisatawan dapat menikmati perpaduan hamparan sawah hijau, kontur perbukitan, serta bentang alam khas Kulonprogo yang jarang ditemukan di lokasi paralayang lainnya.
“Kelebihan paralayang Giri Sembung ini adalah pemandangannya yang sangat eksotis. Wisatawan bisa menikmati hamparan sawah dan perbukitan yang indah. Di DIY, spot paralayang seperti ini terbilang langka, mungkin hanya ada di Parangtritis dan di Kulonprogo ini,” ujarnya.
Meski prospeknya dinilai cerah, pemerintah daerah masih mencatat sejumlah pekerjaan rumah, terutama terkait akses menuju lokasi wisata. Keluhan mengenai kondisi jalan yang belum optimal menjadi perhatian Pemkab Kulonprogo.
Ambar memastikan perbaikan infrastruktur menuju kawasan Giri Sembung akan segera dilakukan agar akses wisatawan menjadi lebih nyaman dan aman. Dengan dukungan fasilitas yang semakin baik, destinasi paralayang baru ini diharapkan mampu menjadi magnet wisata baru yang memperkuat posisi Kulonprogo sebagai salah satu tujuan wisata unggulan di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Arung Progo Festival 2026 digelar di Kalibawang, Kulonprogo. Ajang arung jeram nasional ini diharapkan mendorong sport tourism, homestay warga, dan ekonomi loka
Disnakertrans DIY menyiapkan Raperda jaminan sosial ketenagakerjaan untuk memperluas perlindungan pekerja informal di DIY.
Google memproyeksikan AI generatif berpotensi membuka nilai ekonomi Rp66 triliun per tahun di sektor ekonomi kreatif Indonesia.
Pedagang tuna netra Gilang Rizki kini mendapat tempat berjualan di Pasar Ngasem setelah sempat ditegur karena berjualan secara asongan.
MLS selidiki Inter Miami soal rekrutmen Casemiro. LA Galaxy klaim discovery rights lebih dulu. Simak aturan unik MLS dan potensi sanksi bagi klub.
Hari Anak Nasional di Kota Jogja menjadi momentum memperkuat pencegahan stunting dan meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak.