Bioskop Segera Hadir di Wates, Investor Garap Eks Mandala
Investor mulai menggarap bioskop di Wates dengan memanfaatkan eks Bioskop Mandala. Proses perizinan berjalan dan operasional ditargetkan akhir 2026.
Rumah tak layak huni / Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO — Upaya meningkatkan kualitas hunian masyarakat terus digencarkan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kulonprogo. Hingga pertengahan 2026, program bantuan Rumah Layak Huni Baznas (RLHB) telah menyasar puluhan warga, dengan capaian sekitar 30 unit rumah yang telah direnovasi dari kondisi tidak layak huni.
Wakil Ketua Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas Kulonprogo, Sugiyanta, mengungkapkan bahwa program ini berjalan melalui kolaborasi erat dengan pemerintah daerah, termasuk proses verifikasi bersama kelurahan dan kapanewon.
“Rata-rata setiap bulan kami membedah lima hingga enam rumah. Sampai Juni ini totalnya sudah sekitar 30 unit. Target kami bisa mencapai 60 rumah hingga akhir tahun,” ujarnya, Selasa (9/6/2026).
Program RLHB menjadi salah satu solusi konkret bagi masyarakat kurang mampu yang selama ini hidup dalam kondisi rumah tidak layak. Dengan bantuan ini, warga kini dapat merasakan hunian yang lebih aman, nyaman, dan sehat.
Pada penyaluran terbaru, Baznas kembali menyerahkan bantuan secara simbolis di wilayah Gadingan, Kapanewon Wates. Sebanyak enam warga dari berbagai kapanewon menjadi penerima manfaat, masing-masing memperoleh dana stimulan sebesar Rp20 juta.
Rinciannya, satu penerima berasal dari Wates, dua dari Sentolo, dua dari Kokap, dan satu dari Girimulyo. Bantuan ini diharapkan mampu mendorong percepatan pembangunan atau perbaikan rumah warga yang membutuhkan.
Menariknya, dalam penyaluran kali ini Baznas Kulonprogo mengambil kebijakan khusus berbasis kemanusiaan. Hal ini dilakukan untuk menjawab kondisi darurat yang tidak sepenuhnya sesuai dengan kriteria administratif penerima bantuan.
Salah satu penerima, Mytin Prastika, tetap mendapatkan bantuan meski belum berkeluarga. Keputusan ini diambil setelah melihat kondisi rumahnya yang sangat memprihatinkan.
Sugiyanta menjelaskan, secara aturan bantuan RTLH memang diprioritaskan bagi warga yang sudah berkeluarga. Namun, dalam kasus tertentu, pendekatan kemanusiaan menjadi pertimbangan utama.
“Kondisinya sangat darurat. Kalau menunggu sampai berkeluarga, kasihan. Ini hasil diskusi bersama dan arahan dari pemerintah daerah agar bantuan tetap tepat sasaran dan adil,” jelasnya.
Mytin sendiri merupakan anak yatim yang tinggal seorang diri di rumah peninggalan orang tuanya sejak masih duduk di bangku SMA. Ia mengaku tidak pernah mengajukan bantuan, namun kepedulian warga sekitar menjadi jalan baginya untuk mendapatkan perhatian.
“Kondisi rumah sering bocor saat hujan, bahkan air masuk karena posisi lebih rendah. Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Baznas dan Pemkab,” ungkapnya.
Program RLHB ini diharapkan terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak warga, seiring komitmen Baznas dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui hunian yang layak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Investor mulai menggarap bioskop di Wates dengan memanfaatkan eks Bioskop Mandala. Proses perizinan berjalan dan operasional ditargetkan akhir 2026.
Pertamina Patra Niaga mengoperasikan terminal dan SPBU 24 jam serta menambah 30 mobil tangki untuk mempercepat normalisasi distribusi BBM di Sumatera Utara.
Prabowo menyebut investasi PSN LNG Abadi Masela senilai US$20,9 miliar akan memperkuat hilirisasi, industrialisasi, dan ketahanan energi Indonesia.
Polisi mengungkap motif ancaman bom di SDN Srengseng Sawah dipicu persoalan seragam sekolah. Pelaku terancam hukuman hingga penjara seumur hidup.
Haier akan meluncurkan produk rumah pintar berbasis AI di Indonesia secara bertahap untuk memperkuat pasar dan memenuhi kebutuhan konsumen.
Kemenhut mendorong hilirisasi 10 komoditas perhutanan sosial melalui pembentukan klaster untuk memperkuat pasar hingga ekspor.