Advertisement

Suryo Bangun Masjid di Lokasi Kecelakaan, Ini Desainnya

Newswire
Jum'at, 17 April 2026 - 23:32 WIB
Sunartono
Suryo Bangun Masjid di Lokasi Kecelakaan, Ini Desainnya Desain Masjid yang dibangun di lokasi kecelakaan Kulonprogo. - Istimewa.

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Suasana emosional mewarnai prosesi peletakan batu pertama pembangunan Masjid Hj. Anis Syarifah di Kalurahan Palihan, Kapanewon Temon, Kulonprogo, Jumat (17/4/2026). Masjid ini dibangun tepat di titik lokasi kecelakaan maut  istri dari pengusaha rokok HS, Muhammad Suryo.

Momen tersebut bertepatan dengan hari ulang tahun mendiang sang istri. Suryo, yang hadir dengan kondisi fisik belum pulih total, tampak tak kuasa membendung air mata saat mengenang memori pahit pada 1 Maret 2026 lalu di jalur utama menuju Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) tersebut.

Advertisement

"Hari ini, saya bukan hanya sebagai seorang hamba yang ingin membangun tempat ibadah, tapi sebagai seorang suami yang ingin menunaikan janji cinta. Masjid ini adalah surat cinta saya untuk almarhumah istri saya. Saya mohon izin membangun masjid di sini nggih bapak ibu," ucap Suryo.

Tragedi kecelakaan tersebut melibatkan sepeda motor yang dikendarai Suryo dan istrinya dengan warga setempat, Aab Abdullah dan putranya, Deva. Meski sempat dilingkupi duka mendalam, peristiwa ini justru melahirkan ikatan kekeluargaan baru. Suryo menegaskan bahwa rumah ibadah di atas lahan seluas 1.500 meter persegi ini didedikasikan sepenuhnya sebagai wakaf untuk masyarakat umum.

"Saya ingin masjid ini bermanfaat untuk banyak orang, menjadi amal jariyah untuk istri saya. Selain itu, saya juga sudah menganggap pak Aab Abdullah dan semua masyarakat desa Palihan adalah keluarga saya," katanya.

Kehadiran masjid berdesain modern dengan sentuhan atap limasan ini juga menjadi berkah bagi keluarga Aab Abdullah. Surati Julia Wijayanti, istri Aab, mengungkapkan rasa syukur karena Suryo tidak hanya bertanggung jawab penuh atas biaya pengobatan dan pendidikan anaknya, tetapi juga memberikan santunan modal hidup.

"Semua biaya pengobatan ditanggung, biaya pendidikan sampai sarjana ditanggung, kami dibelikan motor bahkan untuk kehidupan sehari-hari kami juga ditanggung. Alhamdulillah ini berkah, dan hari ini berkah juga dirasakan masyarakat sekitar karena pak Suryo membangun masjid di sini," jelas Surati.

Lurah Palihan, Kaliso, menyebut pembangunan masjid ini merupakan jawaban atas impian lama warga. Sebelumnya, di lokasi tersebut hanya terdapat surau kecil yang kapasitasnya sangat terbatas.

"Tempat ini dulunya ada surau kecil. Kami sebenarnya sejak dulu ingin membangun masjid di sini tapi belum tercapai. Alhamdulillah hari ini impian kami membangun masjid di sini," ucap Kaliso.

Mengingat lokasinya yang strategis di pinggir jalan nasional, masjid ini diprediksi akan menjadi tempat singgah favorit bagi para pengguna jalan yang menuju arah bandara, sekaligus diharapkan mampu menggerakkan ekonomi warga melalui sektor UMKM di sekitar area rumah ibadah tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Indonesia Didorong Perkuat Rantai Pasok Hadyu Nasional

Indonesia Didorong Perkuat Rantai Pasok Hadyu Nasional

News
| Jum'at, 17 April 2026, 23:12 WIB

Advertisement

AS Perketat Visa, Aktivitas Digital Kini Ikut Disorot

AS Perketat Visa, Aktivitas Digital Kini Ikut Disorot

Wisata
| Jum'at, 17 April 2026, 18:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement