Advertisement
Merapi Luncurkan Awan Panas 2 Km, Ratusan Guguran Lava Terekam
Gunung Merapi Jogja meluncurkan lava pijar. - Ilustrasi - Antara
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN— Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih menunjukkan intensitas tinggi sepanjang sepekan terakhir. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat tujuh kali awan panas guguran (APG) dengan jarak luncur mencapai 2.000 meter serta ratusan guguran lava dari berbagai sektor lereng gunung.
Catatan aktivitas tersebut terjadi dalam periode pengamatan 10–16 April 2026. Arah guguran didominasi ke sektor barat daya menuju hulu Kali Boyong, Kali Bebeng, dan Kali Sat/Putih, yang selama ini menjadi jalur aliran material erupsi Merapi.
Advertisement
Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso, menyebut dalam sepekan terdapat tujuh kejadian awan panas guguran dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter.
“Pada minggu ini terjadi tujuh kali awan panas guguran dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter ke arah Barat Daya atau hulu Kali Boyong, Kali Bebeng dan Kali Sat/Putih,” kata Agus, Minggu (19/4/2026).
BACA JUGA
Selain APG, aktivitas guguran lava juga tercatat sangat aktif dengan jumlah ratusan kejadian. Jalur Kali Sat/Putih menjadi wilayah dengan intensitas tertinggi.
Agus merinci, guguran lava terpantau 11 kali ke arah Kali Boyong sejauh 2.000 meter, 85 kali ke arah Kali Krasak, 15 kali ke Kali Bebeng, serta 125 kali ke Kali Sat/Putih, seluruhnya dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter.
“Guguran lava yang dapat teramati adalah 11 kali ke arah hulu Kali Boyong sejauh 2.000 meter, 85 kali ke arah hulu Kali Krasak, 15 kali ke arah hulu Kali Bebeng, dan 125 kali ke arah hulu Kali Sat/Putih,” ujarnya.
Dari hasil analisis foto udara, BPPTKG juga mencatat perubahan pada kubah lava. Volume Kubah Barat Daya berkurang sekitar 8.500 meter kubik menjadi 4.046.900 meter kubik, sementara Kubah Tengah tetap berada di angka 2.368.800 meter kubik.
Pada pengamatan termal, suhu Kubah Barat Daya terpantau stabil di angka 218,6 derajat celsius. Sementara Kubah Tengah justru mengalami kenaikan menjadi 199,2 derajat celsius.
Selama periode pengamatan, hujan dengan intensitas tertinggi tercatat terjadi pada 14 April 2026. Namun, BPPTKG memastikan belum ada laporan tambahan aliran maupun lahar di sungai-sungai berhulu Merapi.
Meski demikian, Agus menegaskan aktivitas vulkanik masih cukup tinggi dan berada pada status “Siaga”. Suplai magma yang masih berlangsung dinilai berpotensi memicu awan panas guguran sewaktu-waktu.
“Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya,” jelasnya.
BPPTKG juga mengingatkan potensi bahaya yang masih mengancam, terutama di sektor selatan–barat daya dan tenggara. Guguran lava dan awan panas dapat menjangkau hingga beberapa kilometer dari puncak, termasuk kemungkinan lontaran material jika terjadi erupsi eksplosif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Bau Menyengat di Muja Muju, Bongkar Temuan Lansia Meninggal di Rumah
- Dari Desa ke Dunia, Pemuda Kulonprogo Diajak Bikin Wisata Viral
- Jadwal KRL Jogja Solo Hari Ini 19 April 2026, Berangkat Sejak Subuh
- Jemaah Haji Kulonprogo Dipantau Ketat, Diabetes Paling Rentan
- Cek Jadwal Prameks Jogja-Kutoarjo Minggu Ini
Advertisement
Advertisement









