Advertisement
Kereta Gantung Prambanan Disiapkan, Sleman Bidik Wisata Kelas Dunia
Ilustrasi Kereta gantung.freepik
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN — Pemerintah Kabupaten Sleman mulai membuka babak baru pengembangan pariwisata dengan mendorong realisasi proyek kereta gantung bertajuk Prambanan Heritage Skyline. Proyek bernilai investasi sekitar Rp200 miliar ini digadang menjadi ikon wisata baru yang memadukan panorama alam perbukitan dengan kekayaan warisan budaya kawasan Candi Prambanan dan sekitarnya.
Tahap awal proyek kini telah mengantongi persetujuan prinsip dari Pemda DIY. Wahana tersebut dirancang membentang dari kawasan Candi Banyunibo di Kalurahan Bokoharjo hingga Tebing Breksi di Kalurahan Sambirejo. Jalur ini akan melintasi gugusan perbukitan di sisi utara, menawarkan sudut pandang baru bagi wisatawan untuk menikmati lanskap Prambanan dari ketinggian.
Advertisement
Tidak sekadar menghadirkan transportasi wisata, proyek ini juga dirancang sebagai pengalaman (experience tourism) yang menggabungkan teknologi modern dengan daya tarik visual kawasan heritage. Dari kabin kereta gantung, pengunjung nantinya dapat menyaksikan panorama Candi Ratu Boko hingga bentang alam sekitar yang selama ini belum banyak tereksplorasi secara maksimal.
Selain memperkaya pilihan destinasi, proyek ini juga diproyeksikan menjadi pengungkit ekonomi daerah. Integrasi kawasan Bokoharjo dan Sambirejo diharapkan mampu menciptakan ekosistem pariwisata yang lebih dinamis, sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat lokal.
BACA JUGA
Kepala DPMPTSP Sleman, Triana Wahyuningsih, menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspek keberlanjutan.
“Pengembangan kawasan ini tidak hanya berorientasi ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspek keberlanjutan,” ujarnya.
Pemerintah memastikan proyek akan melalui serangkaian kajian komprehensif, mulai dari analisis dampak lingkungan, kesesuaian tata ruang, hingga potensi dampak sosial budaya. Hal ini penting mengingat kawasan yang dilintasi merupakan bagian dari wilayah cagar budaya yang sensitif terhadap perubahan.
Di tingkat lokal, partisipasi masyarakat menjadi salah satu fokus utama. Lurah Bokoharjo, Dody Heriyanto, mendorong agar warga dilibatkan secara aktif, baik dalam tahap pembangunan maupun operasional nantinya.
Ia menilai kehadiran kereta gantung bukan hanya menghadirkan daya tarik wisata baru, tetapi juga berpotensi menjadi motor penggerak ekonomi warga sekitar, mulai dari sektor UMKM hingga jasa pariwisata.
Jika terealisasi sesuai rencana, Prambanan Heritage Skyline berpeluang memperkuat posisi kawasan Prambanan dalam koridor strategis pariwisata nasional Borobudur–Jogja–Prambanan. Lebih jauh, proyek ini diharapkan mampu mengangkat daya saing pariwisata DIY ke level internasional dengan konsep yang lebih inovatif dan berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Bau Menyengat di Muja Muju, Bongkar Temuan Lansia Meninggal di Rumah
- Dari Desa ke Dunia, Pemuda Kulonprogo Diajak Bikin Wisata Viral
- Jadwal KRL Jogja Solo Hari Ini 19 April 2026, Berangkat Sejak Subuh
- Jemaah Haji Kulonprogo Dipantau Ketat, Diabetes Paling Rentan
- Proyek Disetujui, Ini Rute Wisata Kereta Gantung di Kawasan Prambanan
Advertisement
Advertisement








