Siswa Dilibatkan dalam Pemorsian MBG Prasmanan di Sleman, Ini Alasannya
Siswa SDN Soprayan Sleman dilibatkan dalam pemorsian MBG prasmanan. Sistem ini menjadi sarana edukasi gizi, disiplin, kebersihan, dan tanggung jawab.
Insiden kebakaran sumur minyak di Dukuh Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, tiga warga setempat dilaporkan meninggal. (HO - Gunawan)
Harianjogja.com, SLEMAN — Rentetan kebakaran misterius yang terjadi di sebuah rumah potong ayam di wilayah Mriyan, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, akhirnya terungkap. Polisi memastikan insiden tersebut bukan akibat korsleting listrik, melainkan dipicu oleh kebocoran gas metana dari tangki septik yang tidak memenuhi standar keselamatan.
Kepala Polsek Seyegan, AKP Pujiono, menjelaskan bahwa laporan kebakaran terakhir diterima pada Minggu (24/5/2026) sekitar pukul 01.00 WIB. Lokasi kejadian merupakan rumah potong ayam milik warga setempat.
“Dari hasil penyelidikan, sumber api berasal dari gas metana yang bocor dari tangki septik,” ujarnya.
Terjadi Berulang Sejak Dua Hari
Kebakaran ternyata sudah terjadi berulang kali dalam kurun waktu dua hari. Pada Jumat (22/5), api sempat membakar pintu kamar mandi dan sejumlah peralatan. Sehari kemudian, Sabtu (23/5), kebakaran kembali terjadi dan merusak kursi ruang tamu hingga bagian tempat tidur.
Kondisi ini sempat membingungkan pemilik rumah karena api muncul tanpa sumber yang jelas.
Investigasi Ungkap Sumber Bahaya
Setelah serangkaian kejadian, aparat kepolisian bersama tim identifikasi dan Gegana melakukan pemeriksaan mendalam di lokasi. Hasilnya menunjukkan bahwa tangki septik digunakan untuk menampung limbah rumah tangga sekaligus limbah penyembelihan ayam.
Masalah utama terletak pada sistem pembuangan gas yang tidak sesuai standar. Akibatnya, gas metana terperangkap dan bocor ke dalam ruangan, menciptakan potensi kebakaran bahkan ledakan.
Tim Gegana pun merekomendasikan pembongkaran tangki septik serta perbaikan sistem pembuangan gas agar kejadian serupa tidak terulang.
Risiko Kebakaran Meningkat, Warga Diminta Waspada
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Sleman, Gunardi, mengungkapkan bahwa sejak awal tahun hingga pertengahan Mei 2026 telah terjadi 56 kasus kebakaran di wilayah Sleman. Mayoritas insiden dipicu oleh kelalaian manusia.
Situasi ini berpotensi semakin memburuk dengan datangnya fenomena El Nino yang diprediksi terjadi pada semester kedua tahun ini.
“El Nino akan membuat musim kemarau lebih panjang dan kering, sehingga risiko kebakaran meningkat,” jelasnya.
BPBD Perkuat Mitigasi dan Edukasi
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Sleman, R. Haris Martapa, menyatakan pihaknya terus melakukan koordinasi lintas instansi untuk memperkuat mitigasi kebakaran.
Selain penanganan darurat, BPBD juga aktif memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan kebakaran, termasuk di lingkungan sekolah dan permukiman.
Imbauan Penting untuk Warga
Polisi dan pemerintah daerah mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan standar keamanan instalasi septic tank dan saluran pembuangan gas. Kesalahan kecil dapat berujung fatal, mulai dari kebakaran hingga ledakan.
Selain itu, warga juga diminta tidak melakukan aktivitas pembakaran sampah atau lahan, terutama saat musim kemarau, karena kondisi lingkungan yang kering sangat mudah memicu api.
Kasus di Seyegan ini menjadi peringatan serius bahwa sumber bahaya kebakaran tidak selalu terlihat. Instalasi yang tampak sepele seperti septic tank pun bisa menjadi pemicu bencana jika tidak dikelola dengan benar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Siswa SDN Soprayan Sleman dilibatkan dalam pemorsian MBG prasmanan. Sistem ini menjadi sarana edukasi gizi, disiplin, kebersihan, dan tanggung jawab.
Google Cloud memperkenalkan agen AI Gemini yang bisa membantu mengolah informasi, membuat konten, coding, hingga mengelola pekerjaan bisnis.
DPRD Kota Jogja mendorong WJNC digelar rutin setiap 7 Oktober agar menarik wisatawan mancanegara dan meningkatkan lama tinggal.
Suzuki membukukan penjualan ritel 54.179 unit hingga September 2026. New Carry menjadi kontributor terbesar dengan sumbangan 55%.
Gunungkidul masih kekurangan 936 guru SD-SMP. Disdik menyebut pemenuhan tenaga pendidik bergantung pada anggaran dan kebijakan pusat.
Idiec meminta aturan turunan Perpres Ojol menjamin pendapatan pengemudi, kemitraan yang adil, transparansi algoritma, dan perlindungan data.